Menemui Fajar Di Rumahnya

1566 Kata

"Aku nggak bengong kok. Aku cuma, agak nggak percaya aja kalau kita ternyata bisa bertemu lagi," ucap Kayla dengan terbata-bata. Di bawah sinar matahari yang hangat siang ini, terlihat Fajar memberikan senyumannya. Tapi senyum itu tampak tidak seceria dulu. Terasa sekali ada sesuatu yang membuatnya berubah. Kayla sadar akan hal itu. "Di sini rasanya panas. Kita masuk aja ke dalam yuk!" pinta Fajar. Kayla mengangguk. "Iya!" Tangan Fajar berusaha mencuri tangan Kayla. Ia biasanya akan menggenggam sesuka hati jika sudah lama tidak bertemu seperti ini. Namun, keraguan menyelimuti perasannya. Hanya kurang beberapa inci saja. Tangannya berhenti bergerak. Ia tidak bisa meraih tangan yang ia harapkan menjadi pegangan untuk masa depan. 'Aku kangen banget sama kamu Kayla. Apa kamu juga kangen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN