Marah, kesal, emosi, sedih dan bingung. Semua rasa seperti bercampur aduk melanda hati. Fajar kehilangan separuh jiwanya. Langkah pergi Kayla membuat luka di hatinya. Fajar berdiri tegak. Ia tidak bisa berlarut dalam kesedihan. Dipeluk sang mama yang tampak cemas. "Maafin Fajar ya Ma. Aku lemah banget jadi cowok," ucap Fajar. "Kamu nggak lemah Nak. Kamu cuma dapat cobaan lebih berat untuk anak seusia kamu!" sambung Bu Maya memberi kekuatan. Ia menatap Fajar dengan penuh perhatian. Tak akan dibiarkan putra tunggalnya itu terus menerus meratapi nasib yang sudah digariskan untuknya. Terlihat Fajar seperti akan pergi. Ia meraih topi yang tergeletak di atas mesin pendingin di dapur. "Kamu mau kemana Nak?" tanya Bu Maya memperhatikan. Fajar kemudian mencium punggung tangan sang mama. "Aku ma

