Beberapa hari berlalu. Akhirnya Kayla datang lagi ke rumah Fajar. Ia sudah menata hati. Keyakinannya begitu kuat untuk membantu Fajar agar mau bangkit dari keterpurukan. Minimal untuk selanjutnya pria yang diidamkannya itu, akan benar-benar menjadi pendamping hidupnya kelak. Mau berpikir sekali lagi untuk masa depannya. Bersama Bu Maya, Kayla menyatakan keinginannya. Ia tampak begitu yakin, rencananya kali ini akan berhasil. Namun, terlihat sorot mata Bu Maya seperti tidak mau menerima. Ia bimbang sambil terus menerus menggenggam kedua tangannya sendiri. “Tante! Tolong bantu aku Tante. Bujuk Fajar agar mau menerima bantuanku!” pinta Kayla. Ia memohon dengan penuh harapan. Bu Maya yang duduk di depannya masih belum bisa menjawab sesuai keinginan Kayla. Bagaimanapun, apa yang telah diberi

