Lani menatap bingung pada Kayla. Ia yang merasa tidak dihiraukan, akhirnya mencubit pipi Kayla dengan cukup keras. “Awww, sakit. hobi banget sih cubit pipi orang,” keluh Kayla sambil mengusap bekas cubitan Lani di pipinya. “Heyyyy, yang ngajak bicara kamu ada di sini. Kenapa malah lihatnya ke belakang?” Lani menarik wajah Kayla hingga mau menatap dirinya. “Iyaaaa, sampai mana kita tadi?” Lani berusaha menghilangkan emosi kecilnya. Ia pun kembali ke topik pembicaraan. “Rencana kuliah kamu gimana?” tanya Lani sekali lagi. Kayla menatap Lani dengan serius. “Udah ada sih. Tapi, aku nunggu keputusan dari Fajar. Apa dia jadi kuliah bareng sama aku di kampus yang sama. Atau enggak.” “Ohhh, begitu. Enaknya kalian berdua. Udah pacaran lama banget, masih awet aja. Terus sekarang, rencana buat

