Melangkah dengan gontai, Kayla akhirnya sampai di rumahnya. Ia berusaha menarik nafas dalam untuk menenangkan perasaan. "Assalamualaikum!" teriak Kayla seiring langkah kakinya masuk ke dalam rumah. Dicari di mana sang ibu berada. Tatapan matanya tertuju di dapur. Kayla mempercepat langkah. Beragam makanan sedang dimasak oleh Bu Rima. Ia terlihat begitu sibuk Memang akhir-akhir ini, Bu Rima terus menerus menyibukkan diri. Ia tidak ingin terlalut lebih lama. Membuka usaha catering setelah menjual berbagai perlengkapan bengkel suaminya untuk modal awal. Bu Rima, merasa beruntung usahanya laris manis. Ditambah lagi, Kayla yang bisa diandalkan untuk membantu dan keahliannya membuat makanan basah. Ia yakin, dirinya bisa bangkit dari duka kehilangan. Apalagi jika diingat, ia masih memilik

