Duka Kayla

1093 Kata

Sebuah tempat yang tidak pernah Kayla bayangkan akan datang ke sana. Tempat yang sunyi dengan rerumputan yang tumbuh liar. Kini, tertinggal Kayla seorang diri. Terpaku, diam, dan masih berharap jika ini semua hanya mimpi. Ia tidak pernah ingin hal ini terjadi secepat ini. Berulang kali ia mengusap air matanya, dan rasanya, semua ini memang nyata. Perlahan satu per satu, para pengantar sudah pulang lebih dulu beberapa menit yang lalu. Kemudian disusul Bu Rima yang harus berjalan dengan bantuan orang lain. Iya, ibu Kayla itu tidak sanggup berpijak sambil melihat nama suaminya ada di sebuah batu nisan. Entah sudah berapa kali, Bu Rima harus tiba-tiba jatuh. Kayla masih sibuk memandang batu nisan. Wanita itu menangis, merasa dunianya hancur. Sehancur-hancurnya seperti serpihan kaca pecah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN