Ujian Berat

1052 Kata

Pak Setyo memperhatikan putrinya. Ia merasa ada yang aneh dengan cara pandang Kayla saat ini. Ia pun mencermati lebih teliti. "Kenapa kamu diam aja Kay? Apa jangan-jangan kamu sudah tahu sebelum Ayah bertanya seperti ini?" Pak Setyo mulai mencurigai sesuatu. Ia terus saja mengamati gerak tubuh dan raut wajah Kayla. Bu Rima pun ikut menatap Kayla yang lebih memilih diam sejak tadi. Ia jadi ikut curiga. Didekati putrinya itu dengan lembut. "Kay, coba kamu katakan sejujurnya, kami berdua nggak akan marah dan akan selalu mendukung kamu. Apapun yang terjadi," bujuk Bu Rima. Kayla akhirnya secara bergantian menatap sang ayah dan ibu. Ia takut sekali. Takut jika setelah bercerita mereka akan merasa sangat terpukul. Ia tidak ingin kedua orang tuanya ikut bersedih seperti yang dialami beberapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN