"Maafin Fajar Ma, maafin Fajar." Fajar langsung memeluk kedua kaki mamanya. Sambil terisak dan penuh penyesalan, ia hanya mampu membanjiri pipinya dengan air mata. Sambil berharap sama mama tidak lagi kecewa. Bu Maya tidak ingin kakinya disentuh oleh Fajar. Ia pun menarik kakinya hingga membuat putranya jatuh ke belakang. "Lepaskan Nak. Kalau menurut kamu ini yang terbaik. Menjalani kehidupan dengan Selly di masa depan kamu nanti. Oke, Mama terima. Tapi, jangan berharap mama bisa kayak dulu." Bu Maya segera berdiri. Ia kemudian dengan cepat meninggalkan tempat fajar bersimpuh. Hanya tertinggal pak Faris. Tampak ia juga seperti sama terkejutnya dengan Bu Maya. Sebuah wajah datar tanpa ada garis rasa. Menunjukkan bagaimana seorang Faris Aditama bingung menghadapi masalah yang baru saja t

