Jalanan yang dilewati begitu banyak kendaraan. Namun, tidak satupun kendaraan itu yang menyediakan kursi bagi penumpang. Sebagian besar sudah penuh, ada juga yang bermuatan barang belanjaan seseorang yang cukup banyak dari pasar. Fajar mulai mengeluh, ia memperhatikan jam di tangan berkali-kali. "Sial, kalau gini aku bisa telat ke rumah sakit," ucap Fajar. Ia mulai menggerutu, merutuki dirinya yang sepertinya kurang beruntung. Sebuah taksi kosong lewat di depannya. Namun, tak mungkin Fajar naik itu. Tangannya bergerak menolak. "Apa aku hubungi Kayla saja, kalau aku agak terlambat ya," ucap Fajar. Fajar meraih ponselnya. Ia berniat menghubungi Kayla. Layar tampilan gawai mulai berubah. Namun, saat akan memilih nama kontak. Sebuah panggilan merubah tampilan. “Panggilan dari Selly. Ap

