Sebuah meja dipilih dengan acak oleh Kayla. Ia kemudian terduduk lemas di sana. Membiarkan pandangannya kosong tak punya arah. "Kamu mau makan apa?" tanya Fajar. Ia tidak menyadari jika Kayla sedang tidak fokus saat bersamanya saat ini. Kayla masih diam. Ia terjebak dalam pikirannya. Tampaknya tak sedikitpun suara Fajar berhasil masuk ke pendengarannya. Ia benar-benar dihantui oleh tangan wanita yang begitu halus yang dilihat saat akan masuk ke ruang sakit tadi. Ia tidak bisa lupa begitu saja. Pria di hadapannya mulai mengamati. Berulang kali telapak tangannya melambai tepat di depan wajah Kayla. Akan tetapi, kekasihnya tetap diam. Bahkan kedua pasang mata yang terbuka seperti tidak terpengaruh untuk berkedip. "Kayla, kamu kenapa Sayang?" tanya Fajar lebih keras. Ia pun menggerakkan k

