Sebuah mobil mulai masuk ke jalanan kecil yang lebih sempit. Dengan berkendara cukup lambat. Mobil itu akhirnya bisa menemukan tujuannya. Rumah Fajar. "Udah stop sini!" pinta Fajar pada Selly. Ia segera mengemasi tasnya yang tadi sempat digeletakkan begitu saja. Selly tersenyum, memandangi pria itu seperti vitamin untuk tubuhnya. Ia begitu senang bisa mengantarkan Fajar sampai rumah. "Rumah kamu yang mana?" tanya Selly. "Itu yang ada kebun kecil di depan. Yang catnya warna biru," jelas Fajar sambil menunjuk rumah yang dimaksud. Selly mencoba untuk memperhatikan. Tidak begitu terlihat bagaimana bagian depan rumah itu. Hanya ada lampu depan berwarna kuning yang menerangi. Membuat yang ada di sekitarnya hanya terlihat remang-remang. "Makasih ya Selly. Aku jadi nggak jalan buat pulang.

