Fajar masih belum fokus pada tujuannya. Sekelebat bayangan Selly yang muncul menyapanya tadi, membuat dirinya tersenyum sendiri. Membuat dirinya dalam lamunan. Memenuhi pikiran dengan wanita itu menjadi kebiasaan baru bagi Fajar. “Fajar, ini masih lama nggak jalannya. Bilangin sama Pak sopir kita berhenti mana,” ucap Bu Maya. Ia merasa Fajar sedang memikirkan sesuatu. tak tahu apa yang sedang dipikir. “Iya Ma, Rumah Sakit Pelita Pak!” “Iya Mas,” Sahut pak sopir. Masih ada beberapa belokan lagi menuju rumah sakit. Bu Maya tampak sudah tidak sabar. Ia terus berharap kondisi Ayah Kayla bisa membaik. Bagaimanapun, Kayla adalah gadis baik yang rela mengorbankan segalanya untuk Fajar. ** Rumah Sakit Pelita tampak begitu ramai. Bu Maya tidak mau menunggu lama. Ia dan suami langsung menuj

