Imajinasi Cinta

1060 Kata

Matahari bersinar sangat kuat. Menerpa apa saja yang ada di bawahnya yang tidak dinaungi apapun. Seperti langkah kaki Fajar yang terasa hangat karena cuaca cerah menyengat, menerjang dirinya yang baru selesai dari kampus. Melepas dahaga dengan meneguk minuman dingin yang dibeli di warung depan usaha percetakannya. Ia dengan buru-buru menghabiskan minuman tersebut. “Ini uangnya Bu!” ucap Fajar kepada ibu penjual. Diberikan dua lembar uang, masih ada kembalian. Fajar berinisiatif mengambilnya nanti saja kalau membeli es lagi. “Nanti ingatkan ya Nak!” ucap si penjual. “Iya Bu!” Fajar segera masuk ke dalam percetakan. Bersamaan dengan itu, tampak sebuah mobil mulai terparkir berjejer, disusul dengan mobil yang lain. Sepertinya akan ada beberapa pemesan baru lagi yang akan memesan sesuatu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN