39. Aster Itu Bunga Cinta Dan Harapan

1862 Kata

Laras menyeruput teh chamomile buatan Ibu Sarah, sembari memandang hamparan bunga aster yang sangat indah, di teras rumah yang begitu nyaman. Laras bertanya dalam hati. Apakah Bu Sarah tinggal sendirian? Kenapa rumah ini terasa begitu sepi? Sungguh berani sekali Bu Sarah, jika hanya tinggal sendirian di lahan seluas ini, pikir Laras. “Bagaimana tehnya, enak tidak?” tanya Bu Sarah ketika baru muncul dari dalam rumahnya. Wanita itu meletakkan sepiring kue muffin di atas meja. “Hmm... Nikmat sekali, Bu,” puji Laras. “Cuaca yang sejuk sangat pas untuk menikmati teh chamomile dengan madu, buatan Ibu di tambah hamparan aster yang indah itu,” ungkap Laras sembari masih memegangi cangkir tehnya. “Iya. Kamu benar, Laras. Memang di teras ini, selalu nikmat untuk menikmati teh hangat sambil memand

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN