38. Bistik Itu Hanya Kenangan

1876 Kata

Saat makan siang bersama emosi Ryan masih tetap diuji. Bukan saja tidak nyaman dengan keberadaan Tara yang terus berupaya mendekatinya. Tapi juga karena dia kesal dengan Laras yang terus dekat dengan Deril. Ryan tak punya kesempatan untuk mendekatinya. Apalagi sejak pertemuan terakhir kemarin dirinya sedang kecewa dengan Laras. Dan saat pergi, Ryan tak banyak bicara dengannya. Sekarang dia belum bisa berbuat banyak untuk memperbaikinya. Ryan tahu, Safira dan Malik memang punya andil besar dalam hal ini. Kedua temannya itu memang sengaja ingin mendekatkan dirinya dan Tara lagi, begitu juga dengan Deril dan Laras. Safira dan Malik terus melakukan berbagai cara supaya mereka terus bersama dan berinteraksi satu sama lain dan menjadi dekat. “Ryan, makanlah yang banyak. Itu, lihatlah aku buat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN