“Pa... Coba, Pa. Kamu dekati mereka. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Ryan dan Deril. Kenapa Ryan sangat berlebihan sekali aku lihat kekhawatirannya,” kata Safira. “Iya, Ma. Biar ku lihat dulu.” Malik segera menyambar payung di dekatnya menuju ke dekat pintu pagar. “Ryan, ada apa?” tanya Malik. “Sampai sekarang kenapa Pak satpam satu pun belum ada yang datang. Cari kemana saja mereka?” sahut Ryan sambil mondar-mandir gelisah di tengah guyuran hujan deras. “Mungkin mereka masih belum menemukan Laras, Ryan. Atau mungkin saja mereka mencari sampai ke tempat jauh. Kamu tenang saja. Pasti, mereka akan segera pulang dan menemukan Laras,” jawab Malik mencoba menenangkan Ryan. “Tapi, sekarang sudah hampir gelap, Malik,” kata Deril yang datang mendekat. “Kalian bersabarlah. Kalau sekarang

