Seminggu telah berlalu, kini kegalauan pun telah berganti dengan senyuman bahagia. Nia melangkah santai menuju kelasnya dengan senyum yang tak pernah pudar. Sehingga wajahnya terlihat lebih cantik yang membuat semua mata lelaki memandang nya tanpa berkedip. Tiba-tiba terdengar suara gertakan. Yaa siapa lagi kalau bukan bodyguard hatinya yang bernama Andra
"Heh!! Jaga mata lo! Mau gua colok tuh mata hah!" geram Andra
Dan sukses semua mata tiba-tiba berubah arah pandang. Karena tidak berani berurusan dengan pentolan sekolahnya. Mereka lebih memilih cari aman dari pada harus menahan sakit akibat di hajar oleh Andra yang terkenal jago berkelahi
"Duh Ka! Udah dong. Kasihan kan mereka. Lagian mereka punya mata. Yaa jadi hak mereka dong mau liat kemana juga. Hmm! Ciee... Ada yang jealous hehe.." goda Nia
"Apa sih! Gak lah. Gua gak mau milik gua di nikmatin orang. Kecuali emang niat ngajak perang. Kamu juga awas aja kalo sampe berani main belakang. Gua abisin tuh orang. Ngerti" sewot Andra
"Iya... Iya sayang. Duh yang takut di tikung sampe segitu posesifnya. Jadi baper nih. Pacar aku ko ganteng banget ya" goda Nia lagi sembari mencubit mesra pipi Andra
"Hmm" gumam Andra
"Dih Kaka ko baperan sih sekarang. Kan cuma berjanda" ucap Nia menggoda
"Gak lucu. Garing kriuk krez" timpal Siska tiba-tiba
"Balikan sih balikan. Tapi gak pamer kemesraan juga kelez. Pikirin kenapa nasib jomblo kek kita" sewot Putri yang entah sejak kapan berjalan bersama mereka
"Ya itu sih derita lo! Siapa suruh punya wajah pas-pasan. Terima nasib. Ini ujian" sela Andra santai sehingga membuat mata Siska dan Putri hampir keluar karena terkejut mendengarnya
"Heh!!! Upil nyamuk. Jangan mentang-mentang lo udah balikan sama sahabat kita. Bisa bikin bacot lo ngomong sembarangan. Pikirin dulu bisa kan. Ini hati bukan tempat sampah yang bisa lu lempari kotoran" cecar Siska emosi
"Ni gue saranin sama lo buat sekolahin mulut cowo lo ini. Bisa gak sih di pilih kalimat yang kira-kira gak bikin kita merasa gak adil Ka Andra. Bikin baper aja. Udah jauhan belum mukhrim ini. Jangan buat mata kita ternodai" sewot Putri
Sedangkan Andra dan Nia hanya tertawa mendengar ocehan kedua sahabat baik Nia.
"Yang sahabat kamu biasa sarapan apa sih? Ko miris banget nasibnya. Hati-hati yang ntar nular. Sini dekat aku aja" modus Andra sembari menarik Nia
"Ih apaan sih Ka! Udah sana cabut ke kelas lo. Secara kita udah sampai di depan kelas. Noh kelas lo di pojokan atas. Udah pisah dulu. Ntar pas istirahat bisa di lanjut lagi kan. Lagi pula ini sekolah bukan tempat pacaran" usir Siska
"Iya jones. Yang aku ke kelas dulu ya. Ntar ketemu di kantin aja. Nerusin yang tadi. Bye sayang. Bye duo jones" ucap andra sembari mengedipkan mata kepada Nia
"Iya Ka" seru Nia sambil terkekeh geli
Saat hendak masuk ke dalam kelas. Tiba-tiba lengan Nia di tarik seseorang sehingga membuat Nia jatuh di atas tubuh Fero yang entah dari mana datangnya. Saat mendongakkan kepala betapa terkejutnya Nia karena yang menariknya itu adalah Dela. Dela terlihat tersenyum puas. Tanpa Dela ketahui dengan mata nyalang Siska langsung menjambak rambut Dela dan menyeretnya jauh dari Nia.
Saat menyadari posisinya masih dalam pelukan Fero yang jatuh terduduk di sebelahnya. Seketika Nia langsung melepaskan pelukannya dan segera berdiri untuk mengejar Siska dan Putri yang membawa paksa Dela ke belakang sekolah. Fero hanya diam terpaku sambil memandang Nia yang semakin menjauh dan hilang dari pandangannya dengan jantung yang berdetak dengan sangat cepat. Tiba-tiba Fero tersenyum simpul saat menyadari kalau hatinya masih milik Nia
'Nia! Ternyata perasaan gue masih sama. Gue masih sayang sama lo. Dan gue bakal rebut lo dari Andra. Karena cuma gue yang pantes buat lo. Bukan yang lain. Kita liat tanggal mainnya. Nia tunggu gue. Lo bakal lebih bahagia sama gue' batin Fero sembari tersenyum miring lalu berdiri dan berjalan berlawanan arah
0~0~0
Saat Nia tiba di gudang belakang sekolah betapa terkejutnya Nia saat melihat Dela sudah dalam keadaan pingsan. Terlihat Siska dan Putri berjalan keluar dari gudang dengan senyum puas karena berhasil membuat Dela terkapar tak berdaya
"Ya ampun gaes kalian apain Dela sampe pingsan gitu" pekik Nia panik
"Kasih tau Sis" ucap Putri sambil tersenyum
"Gak kita apa-apain ko. Dia cuma syok aja. Bentar lagi juga sadar ko.Tunggu aja" seru Siska santai
"Kalo gak di apa-apain ko bisa pingsan sih. Emang Dela syok karena apa?" tanya Nia semakin penasaran
"Lo beneran mau tau Ni. Gue saranin mending gak usah. Dari pada ntar lo nyesal" bujuk Putri
"Tapi kan kalian lakuin ini demi belain Nia. Masa Nia gak bisa bantuin kalian kalo nanti Dela ngaduin ke Bu Desi. Nia gak mau kalian dapat masalah karena belain Nia. Jadi please kasih tau" rengek Nia
"Yauda kalo lo maksa. Nih coba liat" Ucap Siska memperlihatkan kaus kaki bekas milik Ajat yang entah dapat dari mana
"Hueekkk... Bau banget. Pantesan Dela pingsan. Emang kaus kaki punya siapa sih. Punya kamu Sis atau punya Putri. Hueekk udah buang jauh sana. Gak kuat Nia" pekik Nia menutup hidung
Akhirnya kaus kaki bekas itu pun di buang oleh Siska. Lalu mengajak Nia dan Putri untuk kembali ke dalam kelas karena 15 menit lagi bel masuk berbunyi
Selang 10 menit sepeninggalan Nia dan kedua sahabatnya. Dela pun siuman dari pingsannya. Lalu dengan senyum smirknya menyusun rencana untuk balas dendam kepada Siska dan Putri terutama Nia yang di anggap sebagai biang keladi dari penderitaannya ini.
SAMBALA BALA SAMBALADO TERASA PEDAS TERASA PANAS???
Tibalah waktunya istirahat pertama. Saat Nia dan ke empat sahabatnya akan beranjak ke kantin tiba-tiba datang Seli anak kelas 10 menghampiri mereka dan memberitahu kalau mereka berlima di panggil ke ruang BK. Dengan langkah gontai ke limanya berjalan ke ruang BK dan berpapasan dengan gank Rick. Lalu Andra dan ke lima sahabatnya yang hendak menghampiri Nia tiba-tiba di hadang oleh Dela dan para dayangnya dengan membawa Deby
Tentu saja hal tersebut membuat Andra kesal dan tak sengaja beradu pandang dengan Nia di saat Deby bergelayut manja pada lengan Andra tanpa bisa Andra tepis. Karena Andra menyayangi Deby seperti adik sendiri tapi Deby menganggap perhatian dan kasih sayang Andra itu sebagai pacar. Saat Andra hendak memanggil Nia tapi terlambat karena Nia sudah sampai di depan pintu ruang BK dan bergegas masuk
Andra hanya berdoa supaya Nia tidak salah faham akan sikapnya yang tidak bisa menolak perlakuan manja Deby padanya
'Tuhan semoga Nia gak salah faham. Ntar gua bakal jelasin kalo Deby cuma Ade bagi gue gak lebih' bisik hati Andra
Di dalam ruang BK
"Jawab jujur pertanyaan saya. Alasan kalian membully Dela sampai pingsan. Kalian ini masih pelajar tapi kenapa bertingkah seperti preman yang gak sekolah. Kenapa ha!!" cecar Bu Desi
"Maaf Bu. Siska sama Putri cuma belain saya aja. Karena Dela tadi tarik saya sampai jatuh. Bu kalau mau hukum. Hukum saya saja. Jangan teman-teman saya" ucap Nia jujur
"Benar begitu Siska Putri apa yang di katakan Nia. Karena saya yakin Nia gak mungkin berbohong tapi saya ragu sama kalian berdua" tegas Bu Desi
"Iyaa Bu Nia benar" jawab mereka berdua
"Yakin cuma itu alasannya?" Tanya Bu Desi lagi
"Iya Bu cuma itu" jawab Putri yang di angguki oleh Siska
"Baiklah kalau begitu kalian saya bebaskan dari hukuman tapi kalau terjadi sekali lagi kalian tidak akan saya ampuni. Mengerti kalian berdua" tegas Bu Desi
"Mengerti Bu" jawab keduanya
"Ya sudah sana keluar. Oh ya tolong panggilkan Dela" perintah Bu Desi
"Baik Bu. Permisi" ucap mereka berlima
"Hm! Ya. Tutup lagi pintunya" perintah Bu Desi lagi yang mereka jawab dengan anggukan
Sesampainya di luar mereka bernafas lega. Kemudian berjalan dengan santai menuju kantin untuk mencari biang masalah itu.
"Lets go gaes. Kita harus cepat" ajak Putri
Setelah sampai di kantin mereka segera mengetahui keberadaan Dela and the gank yang pastinya berada di tempat yang sama dengan gank Rick. Sambil berteriak Siska memanggil Dela dengan lantang
"WOI DELAA LO DI PANGGIL KE RUANG BK. BURUAN SANA SEBELUM HUKUMAN LO MAKIN BERAT" pekik Siska sembari tersenyum meremehkan
"Boong banget sih lo. Eh ko lo pada bisa ke kantin sih!" seru Dela kaget
"Ya bisalah. Karena Bu Desi tau siapa yang salah. Sana buruan ke BK. Gue gak jamin lo bakal selamat sih" sentak Putri
Dela yang tidak terima sekaligus takut mendengar kata RUANG BK pun segera bergegas pergi sebelum benar-benar mendapatkan hukuman berat
Sedangkan Nia dan sahabatnya berjalan menuju meja kosong yang berada tepat di sebelah genk Rick. Tetapi Nia sedikit panas karena Deby masih duduk berdua dengan Andra sambil menempelkan kepalanya pada d**a bidang Andra. Sedangkan Andra terus menatap lekat Nia berharap Nia mengerti. Sampai akhirnya Nia tersenyum kepada Andra walau hanya sebentar
0~0~0
Hi gaes akhirnya gue publish part 21 nih
Semoga terhibur dan baper yak
Jan lupa tinggalkan jejak voment
Sampai jumpa di part selanjutnya yak gaes
See yaa babay