Tak terasa hari ini tepat ke tiga hari usia Nia bertambah. Akan tetapi Nia sama sekali tidak ada yang mengingat atau pun mengucapkan selamat atas hari jadi bertambah usianya yang Ke 17 tahun. Nia merasa sedih karena tak satu pun yang mengingat hari istimewanya. Taoi Nua bisa apa selain nemendam kekesakan karena rasa kecewa pada teman-temannya terutama je empat sahabatnya
Tanpa Nia ketahui kalau perayaan ulang tahunnya telah di rencanakan sejak dua bulan yang lalu. Dan yang ikut andil tak hanya ke empat sahabatnya melainkan teman sekelasnya juga. Mereka membuat tiga rencana. Rencana pertama sedang di jalankan. Rencana kedua, mereka akan membuat drama yang sukses membuat Nia baper sampe nangis dan rencana terakhir yang paling utama. Seperti saat ini
"Gimana gaes udah cukup, apa ada yang harus di tambah lagi" tanya Siska
"Gue rasa udah ok ko Sis" ucap Raka yang diam-diam naksir Siska
"Hmm! Gimana menurut lo pada?" tanya Siska meminta pendapat sama yang lain
"Udah keren ko Sis" seru Sukma yang di angguki sama yang lain
"Yauda kalo gitu selagi kita tunggu Putri sama Intan bawa Nia kemari. Gimana kalo kita atur siapa yang mau jadi aktor dan aktris utamanya" usul Sukma
"Boleh juga usul lo Suk. Tumben nalar lo jalan soal ginian. Gimana gaes ada yang punya usul juga?" tanya Siska sembari terkikih
"Sukmaa" ucap Sukma sembari membusungkan dada
"Yauda kita mulai aja takutnya keburu sampai mereka" usul Diki
Akhirnya setelah diskusi panjang lebar. Mereka pun kompak agak pilihan aktor dan aktrisnya di undi seperti undian arisan. Dan nama yang keluar adalah nama Sukma, Siska dan Raka.
"Ok fix yak gaes yang berperan di sini gue, Sukma sama Raka. Sekarang kita tentuin dulu temanya" ucap Siska
"Ada yang bisa kasih ide gak" ucap Sukma
"Gimana kalo kisah cinta segitiga aja" ucap Robi sang ketua kelas
"Hmm boleh juga. Gimana menurut kalian gaes" ucap Karenina si cewe judes berkaca mata yang notabene pacar si ketua kelas
"Bisa sih. Tapi jangan baper beneran ya Rak" ucap Angel mantannya Raka
"Apaan sih lo! Mantan gak ada hak buat ngatur. Ngerti!" sewot Raka
"Ih apaan sih kalian! Ini bukan waktu yang tepat ya Pa Bu! Buat ngurusin masalah rumah tangga kalian. Sekarang ini kita harus cepat sebelum Nia keburu sampe. Gimana sih!" cecar Siska
"Ok kita mulai. Ceritanya lo Siska sebagai gebetan Raka tapi di sini Sukma naksir berat sama Raka sedangkan Sukma tempat Raka curhat tentang perasaannya sama lo. Gimana?" usul Robi
"Hmm boleh juga. Gimana menurut lo Suk, Rak" tanya Siska
"Boleh juga" ucap Sukma sambil ngangguk-ngangguk
"Gue sih apa kata lo aja sih Sis" jawab Raka sambil mesem-mesem gaje
"Ok kalo gitu kita siap-siap yak gaes. Lagian Putri udah chat gue lima menit lagi sampe di sini" seru Siska
Mereka pun bergegas ke posisi masing-masing. Sedangkan Putri dan Intan mencari alasan yang masuk akal karena terus di desak Nia yang curiga akan ketidak hadiran Siska dan Sukma
"Siska sama Sukma dimana? Masa di hari terpenting Nia mereka gak ada" sungut Nia
"Hmm... Ohh! Sukma sama Siska mereka udah deluan sampe. Yakan Put" ucap Intan pada Nia sembari meminta bantuan Putri untuk meyakinkan
"Oh i... Iyaa! Ni bener kata Intan. Makanya kita yang jemput lu. Yakan Tan" pinta Putri pada Intan
"Iya Ni bener. Kita gak boong ko. Yakan Put" jawab Intan melirik Putri
"Ih kalian kenapa sih! Rada aneh gitu. Lagi pula tumben banget mereka gak mau jalan bareng! Apa ada yang kalian sembunyikan dari Nia. Hayo ngaku! Apa kalian lagi siapin kejutan. Lagian kita mau kemana sih, dari tadi gak sampai-sampai juga" cecar Nia
"Aduh Ni mending lo diam aja deh! Bobo yang manis gih. Ntar kalo udah sampai kita bangunin. Dari pada lo ngoceh terus kan cape. Mending lo merem. Yakan Tan" usul Putri sembari minta persetujuan Intan
"Bener tuh Ni" ucap Intan
Akhirnya Nia pasrah dan mulai merebahkan kepalanya di sandaran kursi karenakan memang sedikit mengantuk.
Setengah jam kemudian tibalah mereka di tujuan. Setelah berhasil membangunkan Nia, Intan dan Putri pun mengajak Nia menuju TKP
Dari kejauhan terdengar keributan. Nia yakin itu suara Sukma yang lagi berdebat hebat dengan Siska dan ada suara laki-laki yang mencoba melerai keduanya yang di yakini Nia itu suara Raka. Dengan langkah sedikit berlari Nia segera menghampiri ketiganya dengan wajah panik sedangkan di belakang Putri dan Intan yang sudah tau berusaha menahan tawa agar tidak tumpah.
Setibanya di tempat Nia terpaku dengan suasana sekitar yang terdapat dekorasi bertemakan romantis party bertuliskan happy birthday Nia. Tetapi saat tersadar tujuannya Nia langsung menghampiri kedua sahabatnya yang sedang bertikai untuk melerai. Karena tak kunjung berhasil akhirnya Nia pun menangis sembari berteriak
"UDAH... UDAH CUKUP!!! KENAPA KALIAN BERTENGKAR! PLEASE NIA MOHON BAIKAN! KITA INI SAHABAT. BISAKAN DI BICARAIN BAIK-BAIK. LAGIAN INI HARI ISTIMEWA YANG NIA INGIN RAYAIN BARENG KALIAN TAPI KENAPA KALIAN MALAH BERTENGKAR. DAN KAMU JUGA RAKA KENAPA KAMU PECAH PERSAHABATAN KAMI KENAPA HAH!!!" Sentak Nia sembari menangis kejar
"Waduh mangsa dah masuk perangkap nih. Gengs waktunya kalian masuk" perintah Intan melalui bluetooth yang terpasang di telinga mereka tentunya tanpa sepengetahuan Nia
Mereka pun menghitung mundur
"5 4 3 2 1 mulai" seru mereka bersamaan
"Happy bitrhday to you... Happy birthday to you... Happy birthday... Happy birthday... Happy birthday to Niaaa yeayyy... Happy birthday Nia yang ke tujuh belas" ucap semuanya kompak yang sukses membuat Nia meneteskan air mata haru tanpa bisa berkata-kata
"Happy birthday yak Ni" ucap ke lima sahabat Andra
"Makasih Ka" ucap Nia tersenyum sembari mencari-cari sosok yang di harapkan hadir tapi tak kunjung di temukan
"Nia sayang Rian ada di sini ko. Kamu kangen ya sama aku" ucap Rian kepedean yang di balas Nia dengan senyuman kecil
"Eh cebong pede abis lo. Berasa penting lo. Gak tau malu udah di tolak juga masih aja ngarep" sewot Ajat
"Yah banci ikut campur aja sih masalah rumah tangga orang. Masih di ketek Andra aja songong lo" ejek Rian sembari melipat tangan di depan d**a dengan senyum meremehkan
"Lo..." Ucapan Ewin terpotong oleh Revan
"Udah gak penting jadi jangan di ladenin. Sekarang yang paling utama itu kado buat Nia" ucap Revan
"Awas lo! Oiya Ni kita cuma bisa kasih satu kado hasil patungan tapi ini bukan sembarangan kado melainkan kado spesial" seru Dion
"I... Iya Ka makasih tapi..." ucap Nia
"Lo pasti lagi cari Andra kan?" tebak Fino
"Iya Ka tapi kayanya Ka Andra udah gak peduli sama Nia makanya gak datang. Udahlah ini aja Nia bersyukur banget. Yaa paling gak kalian dah sempetin buat hadir di acara kejutan ini. Nia udah seneng ko Ka" ucap Nia dengan berkaca-kaca sembari menundukkan kepala
"Kalo kata gue lo yang sabar ya Ni. Andra baik ko hanya butuh sedikit waktu lagi buat netralin hatinya dia. So gimana kalo di mulai aja acaranya udah mulai gelap juga. Lebih cepat lebih baik ya gak gaes" usul Ewin
"Yoyoy mamen" seru yang lain
Acara pun berlangsung meriah walau pun masih terasa kurang bagi Nia. Tapi Nia berusaha menutupi perasaan hampanya dengan ikut bergabung dalam permainan truth or dare. Tiba-tiba di tengah keseruan yang hampir membuat Nia melupakan kegalauannya terdengarlah suara seseorang yang amat sangat di rindukan oleh Nia. Sehingga membuat Nia memutar tubuhnya seketika
"Happy birthday Shania Naomi Putri" bisik seseorang di telinga Nia yang sukses membuat jantung Nia berdegup kencang
Deg!!!
"K... Ka Andra" ucap Nia berkaca-kaca sembari menutup mulutnya dengan tangan
"Ya ini gue. Sorry gue baru ngucapin. Ini buat lo" ucap Andra sambil menyodorkan bunga
"Ma... Makasih Ka" ucap Nia blushing sembari menerima bunga pemberian Andra
"Yaelah Ni gitu aja lo udah baper. Nih kado dari gue. Lebih mahal dan berkelas. Sini aku pakein" sindir Rian menyodorkan kalung mas putih berliontin huruf N yang di kelilingi intan sangat indah tapi tidak bagi Nia
"Makasih Rian. Gak usah. Makasih Nia bisa sendiri" tolak Nia halus
"Denger tuh kata Nia" seru Ajat
"Ajat udah! Ni gue mo ngomong sesuatu tapi gue minta lo dengar baik-baik karena gua cuma kasih tau sekali" pinta Andra yang langsung di angguki oleh Nia
Sedangkan mulut Rian di bekap oleh Ewin dan Fino supaya tidak mengganggu Andra dan Nia
"Gue langsung to the poin aja yak" ucap Andra yang langsung di angguki Nia dengan jantung yang berdebar
"Kita balikan" tegas Andra sembari mencoba menetralkan jantungnya yang sedang lari marathon
"Ha! Ka... Ka serius" seru Nia tak percaya yang hanya di jawab anggukan oleh Andra
Karena terlalu bahagia Nia yang tak bisa berkata-kata lagi langsung menubruk tubuh Andra dan memeluknya erat tapi tiba-tiba Nia pingsan. Membuat semuanya berseru
"Yah mulai lagi"
Setelah hampir 30 menit Nia pun sadar. Dengan melihat semua teman-temannya seraya berusaha mengingat kejadian tadi. Saat tatapannya sampai pada Andra Nia pun ingat kalau baru saja resmi balikan dengan Andra. Seketika Nia kembali memeluk Andra sambil menangis bahagia
"Ni lo kocak deh. Gak seneng gak sedih pasti nangis. Emang dasar cewe" seru Dion
"Dih kenapa lo yang sewot sih. Gak ada hubungannya juga sama lo. Lo yang aneh" sentak Putri pada Dion
"Lah lo juga Putri sayang. Jangan bikin Abang jealous dong. Dion ini teman Abang" ucap Ajat yang hanya di lirik sinis oleh Putri
"Udah-udah kenapa. Jangan rusak suasana romantis raja dan ratu kita dong ah" timpal Siska menengahi
Sedangkan kedua insan yang kembali di mabuk asmara itu hanya diam menahan senyum melihat ulah para sahabat mereka
Akhirnya harapan Nia pun kembali dan Nia pun berjanji untuk menjaga hatinya hanya buat Andra seorang
'Makasih tuhan udah buat Nia sangat bahagia saat ini. Nia mohon jaga hati Nia hanya buat Ka Andra begitu juga sebaliknya amin'
0~0~0
Akhirnya di publish juga part ini
Selamat membaca dan jan baper hehe..
Jangan lupa tinggalkan jejak supaya Author semakin semangat nulis
Voment nya gaes
Sampai jumpa di part selanjutnya
Okray byeee..