Tidak terasa sudah genap satu bulan masa kembalinya status Nia sebagai pacar Andra. Semuanya masih berjalan normal sama seperti yang di harapkan mereka berdua
"Sayang.. kamu kenapa"
"Emangnya aku kenapa?" jawab Andra tanpa menatap Nia
"Yaa.. kamu hari ini kelihatan beda aja" sambil memainkan kedua telunjuknya
"Beda gimana maksudnya?" sambil mengerutkan dahi
"Yaaa.. Yaa beda ajaa. sedikit dingin, cuek juga sama aku gak kaya biasanya"
"Perasaan kamu aja kali"
"Ohya aku mau tanya, soal omongan nya Debi itu bener ga sih?" tanya Andra menyelidik
"Yang mana Kaaa?" tanya Nia cemas
"Yang dia bilang, kamu udah jadian sama Fero" tanya Andra sembari tersenyum
"Yaa ngga lah Ka. itu cuma salah faham aja kali dia" jawab Nia sembari meneguk saliva
"Ohhhh.. cumaa salah faham. Kalo yang kabar kamu balikan sama si Rian itu gimana?" pancing Andra
"Ngga lah Ka.. Yaa emang Rian kemarin nyebarin cerita kalo udah balikan sama aku, tapi kan ga bener. Kaka percaya kan sama aku?"
"Gak mungkin ada asap kalo gak ada api sayang" kata Andra sambil mengusap wajah Nia, Andra tersenyum tapi malah menatap tajam Nia
"Aku gak boong kaaa. Yaaaa.. emang bener kemarin Rian nembak aku lagi. Tapi aku sama sekali ga respon. Makanya mungkin dia umumin kalo.."
"Ohhhhh! Jadii lo udah balikan sama dia! membenarkan gosip yang udah kesebar itu. Gitu maksud lo" serang Andra
"Kk. Kka.. Ga gitu Kaaa. Nia sama sekali ga bermaksud gitu. Kaka percayaa kan sama Niaa. Niaa cumaa sayang sama Kaka" jawab Nia berkaca-kaca
"Gue cuma butuh bukti. Bisa lo tunjukin?" tatapan Andra semakin tajam, semakin mendalam. Seakan-akan sorot matanya dapat menusuk, siapa pun yang melihatnya pasti akan berkata demikian.
"Iii.. Iyaa Kaaa. Nia bakal buktiin. kalo Nia bener-bener cuma sayang sama Kaka" setetes air mata seakan mulai lolos dari pelupuk matanya. Andra bahkan meminta bukti dan sama sekali sudah tidak mempercayai seperti biasanya
"Oke" jawab Andra sambil mengangguk-anggukkan kepala dengan bibir yang di majukan ke atas
0~0~0
Hari berganti minggu, minggu pun berganti bulan. Begitu pun dengan kedua insan yang semakin hari semakin terasa begitu dekat, dengan perasaan yang menyatu semakin dalam, tak tergantikan dan jarak pun bahkan bukan sebagai penghalang kisah cinta mereka berdua
( Apa sihh thorr, apaan thorrr ? )
Kini mereka berdua semakin mengokohkan hubungan. Agar saat mereka di terjang masalah perasaan yang sudah mereka bangun susah payah tidak begitu saja terpengaruh oleh cerita-cerita karangan haters yang membuat hubungan mereka renggang
"Gimana lo udah bisa buktiin sekarang"
"Bbb.. Buktiin ap.." Jawab Nia mengingat ngingat. "Oiya.." sambil menepuk keningnya. "Nia buktiin sekarang Kaaa" katanya semangat, sambil melihat lihat sekitar
"Caranya?"
"Yaudah sekarang Kaka ikut Nia"
"Kemana?" ucap Andra dengan dahi yang berkerut
"Ayooo" sambil menarik tangan Andra
Andra nemandang gadis di depannya dan berjalan membuntutinya, menganggukkan kepala tanda setuju.
Mendadak Nia menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Andra.
"Kaka mau bukti kann? Bakal Nia buktiin. Tapi Kaka ga boleh bersuara dan pergi dari sini. Janji?" Kata Nia sambil memberikan jari kelingkingnya
"Apaan sih. Emang lo mau ngapain?" kata Andra menolak
"Ih Kaaa tinggal diem aja di sinii. Ayolahh" Kata Nia berusaha membujuk
"Ya udah si tinggal bilang aja lo mau ngapain susah amat" jawab Andra sembari mendorong
"Kaka perlu buktikannn. Yaaa Nia mau buktiin, Tapi Kaka harus pura-pura, ngumpet di balik tembok ittt.." belum saja Nia menyelesaikan kalimatnya Andra sudah akan berlalu pergi
"Ngapain gue ngendap-ngendap gitu. Ga penting bangett"
tapi Nia langsung menarik tangan Andra sekuat tenaganya
"Sebentar Kaaa ihh"
Andra hanya menoleh ke arah Nia dan kembali ketempatnya tadi
"Kak liat deh di sana ada Rian, Kaka bakal liat sendiri, denger sendiri. Asal Kaka tetap di sini"
"Bilang kek dari tadi" jawab Andra sinis
( Yaaa ampunnn Andraakuu sayanggkuuu, kenapa jutek banget siihhh. kasian kann Niaanyaaa :((( )
- Please thor ga usah rese -
- eh iyaa. maap para netijen, gue lanjuttt ?-
Andra pun seketika bungkam dan akhirnya mau tidak mau harus mengikuti keinginan gadis kesayangannya itu
Nia langsung menuju ke tempat dimana Rian berada, Nia memberikan senyum termanisnya. Andra yang melihat sangat geram. _kenapa harus memberikan senyuman dulu_ batinnya.
Nia pun mengetahuinya. Sempat sesekali Nia melirik kearah Andra, tapi Nia tetap melancarkan aksinya
"Hai cantik.. Tumben nyariin. Kangen ya sama aku" sapa Rian
"Ah bisa aja. Btw aku mau tanya soal rumor itu. Gimana sih" pancing Nia
"Yang mana sayangggg" tanya Rian sambil lebih mendekati Nia
"Ga usah pura-pura gak tau deh. Lagian aku ga ngerasa terima kamu. Jadi siapa yang nyebarin rumor receh kaya gitu" Kata Nia setenang mungkin
"Salah kamu sendiri kenapa nolak aku. Yaa jadi gituuu" Jawab Rian dengan wajah tanpa dosa, tanpa rasa bersalah sedikit pun
Andra yang mendengarnya sendiri seketika menjadi geram menahan amarah, akibat ulah jahat Rian. Tapi ia terus mencoba menahan karena belum ada signal dari Nia. Bukan takut tapi menghindari masalah lainnya.
"Maksud kamu apa sih, yang jelas dong! Lagian mana ada asap kalo gak ada apinya" Kata Nia kesal. Ingin membuat Rian lebih mengakui perbuatan yang telah ia lakukan
"Sabarr sayang. Yang nyebarin itu A K U," kata Rian sambil menekan setiap kata yang di ucapkannya, "Biar kamu putus sama Andra. Lagian kalo aku gak bisa milikin kamu, yaaa jadi ga ada yang boleh milikin kamu selain aku" Jawab Rian sesantai mungkin.
"Ap.. Apaa!! Kk.. Kamu Egois!" bentak Nia kemudian berlari meninggalkan Rian
Nia sangat terkejut mendengar ucapan Rian. Nia semakin muak dengannya. Bahkan Andra pun di tempat persembunyian tampak menahan emosi. kepalan buku-buku tangannya yang semakin memutih.
"Sialannn!!" Gumam Andra
0~0~0
Hyyyyy.... gaes gua balik nih
( krik.. krikk.. krikk)
Semakin serukannnnn ceritanyaaaa
Bakal ada kejutan di kelanjutan ceritanya. Tetap terus tungguu kisah Andra dan Nia
Tinggalkan jejak dengan vote dan komen kaliaann????
Sampai jumpa lagi di part selanjutnya