5 tahun kemudian... Gama sedang bergelut dengan pekerjaannya di kantor. Pria itu sedang menyusun strategi untuk meningkatkan penjualan produk barunya. Ia bergelut dengan bulpoint dan tab yang sedang menjadi oret oretan idenya. Asik mengamati hasil coretan idenya, ponsel Gama berdering. Dari kepala sekolah tempat Abizar bersekolah taman kanak kanak. Gama melirik layar ponselnya, ia tahu hal ini akan terjadi. Ia juga tahu Abizar pasti membuat ulah lagi. Gama melepas kaca mata yang bertengger di hidungnya. Pria itu mengembuskan napas lelah. Ia mengambil ponselnya, menatap nama itu lekat lekat. Ia mempersiapkan diri bagaimana menghadapi kepala sekolah. Setelah menggeser tombol berwarna hijau itu, Gama mengarahkan ponsel pintarnya pada telinga. “Halo, selamat siang, Pak Gama.” “Halo,

