s**l, mulut Angel memang benar-benar tidak bisa dikondisikan. Bisa-bisanya dia membongkar rahasiaku. "Dah sini balikin," ujarku sambil merebut kembali kameraku. Aku berhasil mendapatkan kameraku tanpa ada perlawanan dari Angel. Sepertinya sepupuku itu sudah puas dengan ulahnya yang sukses membuatku malu di hadapan Raya. Daripada berada di sana dan mendapati pertanyaan-pertanyaan dari Angel maupun Raya yang menuntut penjelasan, lebih baik aku kabur saja. Aku beralasan akan menemui kedua orang tuaku sebelum nanti sore kami akan meninggalkan vila ini. Aku masuk ke dalam vila itu. Lebih tepatnya aku menuju ke bagian deretan kamar berada. Aku akan berdiam diri di sana sebentar sembari melenyapkan barang bukti di kameraku. Aku harus mengamankan foto-foto Raya yang berhasil kuambil diam-dia

