bc

Tak Bernasab

book_age18+
15
IKUTI
1K
BACA
drama
mystery
like
intro-logo
Uraian

Kayla Amelia yang hidup sebatang kara dipanti asuhan bersama teman-teman yang bernasib sama sepertinya. Kayla gadis ceria dan sangat pandai bernyanyi suara merdunya dapat menghibur teman-teman yang ada disekelilingnya, namun siapa sangka jika keceriaan Kayla menyimpan kesedihan yang sangat dalam dari semua seorang yang ada disekelilingnya. . .

Apakah Kayla bisa hidup bahagia dengan bertemu keluarganya atau kah malah sebaliknya menjadi mala petaka bagi dirinya . . . .

Terus ikuti ceritanya Jagan lupa like dan comen dibawah ya 🙂🙂

Terimakasih

chap-preview
Pratinjau gratis
Awal Hidupku
Hembusan angin menerpa kulit wajahku yang mungil ini, ku berdiri dekat jendela kamar menatap jauh kedepan, pohon rindang nampak bergoyang di samping rumah yang kutinggali saat ini. terbitnya sang Surya menandakan pagi telah tiba, namun diri ini tak mampu untuk melewati hari-hari yang akan datang. helaan nafas selalu ku hembuskan untuk mengurangi beban hidupku ini. Namaku Kayla Amelia biasa dipanggil Kayla, umur 20 tahun genap hari ini. Tak terasa aku tinggal disini sudah 20 tahun tanpa seorangpun mencari ku, tepat tanggal ini pula aku diletakkan oleh orangtuaku didepan panti asuhan. hanya kalung bentuk hati yang ku pegang ini kenangan yang sangat berharga, kata bunda benda ini diletakan bersama surat yang ada di tubuh mungil ku 20tahun silam. "Malangnya diri ini dibuang oleh orang yang sangat aku rindukan. dimana mereka berada tuhan, apakah ia masih hidup ataukah sudah berada disisiMu" tangis batinku tanpa terasa air mata ini membasahi pipi jika mengingat nasibku, raga ini serasa rapuh untuk berdiri dan kaki ini terasa berat untuk melangkah maju kedepan. Namun sekarang aku bisa melalui hari-hari dengan bahagia bersama teman-teman senasib. ditempat ini pula kami merasakan kebersamaan dan berbagi kasih sayang satu sama lain, karena hanya itu yang bisa kita lakukan untuk bisa menatap kedepan dalam satu tujuan yaitu mencapai mimpi-mimpi dan cita-cita. Dulu waktu teman-teman masih tinggal bersama di panti ini, susah senang kita jalani bersama untuk melewati hari-hari untuk bertahan hidup namun sekarang kami berpisah karena banyak orang tua yang telah mengadopsi mereka. mungkin mereka telah menemukan kebahagiaan bersama orangtua barunya. Aku tak iri kepada teman-teman ku yang telah memiliki orangtua baru untuk merawatnya dan memberikan kebahagian untuk mereka. Dulu sempat ada keluarga yang menginginkan aku menjadi anak mereka, namun apalah daya aku yang tak menginginkan itu, sebab aku masih ingin mencari dimana keluarga ku yang sebenarnya. semoga saja masih ada kesempatan aku untuk bertemu dengan mereka yang telah membuangku suatu saat nanti. "Kay kamu dimana?" suara langkah mendekat kekamarku. " aku dikamar Bun" jawabku. "kenapa kamu masih disini? yang lain sudah didepan, ayo segera susul adik - adikmu" " iya Bun" jawabku singkat. Bunda orang pertama yang menemukan aku dan merawatku menjadi sebesar ini. Amanda itulah namanya, ia telah mendidik dan membesarkan ku seperti anaknya sendiri. bunda tak memiliki keluarga atau bahkan suami, ia telah menjanda puluhan tahun diceraikan oleh suaminya karena alasan tak bisa memberikan keturunan. Kasihan bunda, sedangkan orang lain membuang anaknya sendiri tanpa berfikir orang lain yang tak bisa memiliki anak. memang sangat tega menurutku. Alasan itulah bunda memilih mendirikan panti asuhan ini agar tak merasakan kesepian dan dibutuhkan oleh banyak anak-anak yang telantar. aku segera berjalan menuju teras menemani adik-adik panti yang mau di adopsi oleh keluarga yang ingin mengadopsi mereka. " kamu jadi cari kerja Kay?" tanya bunda. " jadi Bun, tapi nunggu Hana dulu" jawabku. Drrtt Drrtt suara ponsel di saku celanaku bergetar menandakan ada pesan singkat masuk, tertera nama Hana disana. " kamu sudah siap belum, aku tunggu di tempat biasa ya beb" pesan Hana. "Ok" balasku. segera aku berjalan masuk ke kamar untuk bersiap-siap agar tak kesiangan. " semoga hari ini aku dapat kerjaan" ucapku semangat. sesampai di depan rumah aku melihat wanita yang tak lagi muda tersenyum ke arahku. " udah mau berangkat sayang?" " ini mau berangkat Bun, do'ain ya semoga Kay dapat kerjaan hari ini" jawabku. " aamiin sayang" " ya udah Kay berangkat sekarang ya, nanti keburu siang, lagi pula sudah di tunggu Hana " pamitku ke bunda dengan mencium punggung tangan yang mulai keriput. " ya udah gih berangkat, hati-hati dijalan Kay" kata bunda " kalau ada apa-apa kabarin bunda" teriaknya. aku hanya mengacungkan jempol tanda setuju. kakiku segera berjalan cepat menuju tempat janjianku dengan Hana. sesampainya aku melihat wanita duduk sambil bermainan ponsel yang ada ditangannya. Yap itu Hana, sahabat ku satu-satunya yang selalu mendukungku disaat aku membutuhkan orang yang mau mendengar segala keluh kesahku selama ini, aku bersyukur mempunyai sahabat yang selalu ada untukku. Hana yang humoris selalu bisa menghiburku di kala aku sedih. cantik dengan kulit sawo matang, hidung mancung dan rambutnya lurus Sepinggang, idaman para cowok-cowok dikelas dulu namun sayang ia sangat galak maka tak ada seorangpun yang mau dekat ataupun berteman dengannya, hanya diriku yang bisa menjadi sahabatnya. " maaf ya han dah lama nunggu" ucapku. " yah lumayanlah beb, " jawab Hana " ya udah ayo keburu siang nanti" kataku. beruntung kami datang langsung ada angkot, kami langsung masuk menuju ke PT. Wijaya Grup untuk memasukan lamaran pekerjaan. tak apa lah kami dapat kerjaan apapun asal kami bisa berkerja. ijazah juga cuman lulusan SMA, aku dan Hana sempat kuliah namun faktor ekonomi yang mengharuskan berkerja untuk bisa membiayai hidup dan kuliahnya nanti. aku dan Hana sudah semester 1 tapi karena belum sanggup bayar semester depan kami mengajukan cuti sementara waktu agar bisa berkerja. Nasibku tak seberuntung Hana, ia masih mempunyai orangtua yang mampu membiayai hidup dan kuliahnya. sedangkan aku hanya bergantung pada bunda dan diriku sendiri untuk bisa bertahan hidup. Angkutan yang kami tumpangi berhenti di gedung pencakar langit. mataku tak henti menatap betapa besar dan tinggi nya gedung ini. Bisa dibilang aku ini kampungan karena memang baru kali ini aku bisa masuk dan lihat gedung-gedung besar. " woy bengong aja luh beb, cepat buruan masuk aku tunggu disini ya" kata Hana mengagetkan ku. " iya ya bawel" ucap ku sekenanya. " SEMANGAT!!!!!" Hana menyemangati. aku hanya mampu mengangguk dan mata ini serasa mengembun mendengar kata semangat dari sahabat ku. langkahku berjalan ke arah Hana langsung ku peluk tubuh kurusnya. " terimakasih ya Han kamu memang sahabatku" kataku lirih. " buruan masuk, jangan nangis " ucap hana senyum senyum tulus Hana yang sangat menenangkan bagiku, kuhela nafas untuk mengurangi rasa sedih ini, " ayo Kay semangat " batinku " ya udah aku masuk" kataku lirih. Hana hanya mengangguk tanpa berbicara, kaki ku segera melangkah masuk menuju gedung. didepan sana sudah ada satpam yang berjaga. " bisa saya bantu mbak" tanya satpam. " saya mau melamar kerja pak" jawabku. " ohh iya silakan ikuti saya mbak" ucap satpam ramah. aku mulai mengikuti pak satpam dari belakang, segera aku di arahkan suruh menunggu untuk mulai wawancara, ternyata yang melamar bukan cuman aku seorang, banyak orang yang sudah menunggu untuk di wawancarai. satu jam telah berlalu orang yang mengantri telah berlalu, sekarang giliran aku untuk masuk dan mulai wawancara. " Nama kamu siapa?" tanya Ana orang mewancacaraiku. kenapa aku bisa tau? ya jelas tau ada papan nama di bajunya. " nama saya Kayla Amelia Bu" jawabku singkat. " kamu belum pernah berkerja" tanya Ana. " belum" jawabku lirih. Ana memegang kertas biodata lengkap ku, aku menatapnya heran ' kenapa lama sekali melihat kertas itu' batinku. " kamu tinggal dipanti?" pertanyaan itu terlontar dari bibir Ana. aku pun hanya mampu mengangguk. 'kenapa ia mempermasalahkan tempat tinggalku' batinku. " Ok kamu boleh bergabung di perusahaan kami, namun kamu hanya menjadi OB di sini" ucapnya angkuh. " besok kamu sudah mulai kerja disini, berangkat jam 7, mengerti!!" katanya lagi dengan angkuhnya. mataku mulai berbinar ' Alhamdulillah ' tak henti-hentinya aku berucap syukur kepada Tuhan. " terimakasih Bu sudah menerima saya" ucapku semangat. " kalau begitu saya permisi" kataku sopan. sebelum aku berpamitan kelihatan Bu Ana sedang menelfon seseorang. namun aku tak ambil pusing, lalu ku mulai pamit dan segera meninggalkan ruangan tersebut. Terik matahari yang sangat panas membuat kulit ditubuhku serasa terbakar. kucari Hana disetiap sudut depan kantor namun tak menemukannya, ' dimana sih tuh anak' batinku. kuberjalan dan mencari Hana yang tak kunjung nongol, tiba-tiba tubuhku terpental dan terjatuh ketanah. "aduuhhh " keluhku sambil pegang betis kaki yang terasa ngilu. " kamu gak apa-apa?" terdengar suara laki-laki. " kalau jalan itu lihat-lihat dong, jangan asal jalan aja!!!" kesalku. perlahan aku mulai berdiri dan melihat siapa yang sudah nabrak begitu saja. " kamu itu yang gak lihat jalan!" ucapnya tak terima. " udah nabrak bukannya minta maaf malah sewot" grutuku kesal. cowok itu pun berlalu begitu saja tanpa menjawab kata-kataku, atau sekedar minta maaf. " dasar songong, belagu awas aja kalau ketemu lagi!!!" teriakku kesal. " kamu kenapa beb" tanya Hana. ' nih bocah di cariin dari tadi baru muncul aja' batinku " kamu dari mana sih dicariin juga!" jawabku kesal. " ohh itu tadi aku makan bubur di pinggir sana" jawab Hana santai. " hehehe maaf" ucap hana cengar cengir. " ya udah ayo pulang" kataku. " loh kok pulang" ucap hana bingung. " emang mau kemana lagi?" tanyaku. " ya cari kerja lah, masak gitu aja gak tau sih beb" Hana gak tau kalau aku sudah dapat kerjaan. " pulang aja dulu, nanti aku ceritain dirumah aja" wajah Hana nampak bingung dengan ucapan ku. " sekarang aja ceritanya, kenapa harus nanti sih" kesal Hana. Hana berjalan mengikuti ku dari belakang, segera ku hentikan angkotan umum untuk segera sampai di panti. ternyata hari ini aku bisa dapat kerjaan yah walaupun cuman menjadi OB namun tak masalah lah ketimbang tidak sama sekali. bersambung. . . .

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

The Naughty Girl

read
101.3K
bc

HASRAT TERPENDAM PAMAN SUAMIKU

read
9.0K
bc

Gadis Daddy Yang Nakal

read
40.0K
bc

Sweet Sinner 21+

read
918.8K
bc

Life of An (Completed)

read
1.1M
bc

Life of Mi (Completed)

read
1.0M
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook