Cuitan burung terasa merdu ditelinga ku, serasa menggiringi pagi yang sangat indah ini, mungkin karena hatiku sedang bahagia, sekarang aku sudah mendapatkan pekerjaan membuat hariku berwarna.
Aku berdiri didepan cermin, disana terlihat tubuhku berbalut pakaian formal, baju putih, celana panjang warna hitam, dan tak lupa sepatu kets. Rambut panjang ku ikat terlihat senyumku tak pernah pudar dari bibir ini ' cantik juga ternyata aku' batinku bangga. walau aku hanya memakai bedak tipis dengan lipstik nude terlihat cantik natural, tak apalah kali-kali memuji diri sendiri.
Tok Tok Tok
Sayup-sayup terdengar suara ketukan pintu kamarku, mungkin bunda batinku.
" masuk aja Bun" teriakku.
Benar dugaanku, bunda berjalan ke arahku dan tak lupa tersenyum hangat padaku.
" loh baru setengah enam udah rapi aja sayang?" tanya bunda.
'ya Allah aku lupa kasih tau bunda kalau sudah diterima kerja' batinku.
" aku udah keterima kerja Bun" kataku lirih.
" Alhamdulillah kalau kamu sudah dapat kerjaan Kay" ucap bunda semangat. terlihat bunda begitu senang mendengar aku dapat kerjaan. bunda langsung memeluk tubuhku.
" selamat ya sayang"
" terimakasih Bun tapi. . . ." ucapku pelan.
" tapi kenapa sayang ? " tanya bunda penasaran.
" aku cuman jadi OB Bun" bunda pegang tanganku dan mengajakku duduk ditepi ranjang tidurku.
" kerja apapun yang penting halal kay, jangan pernah gengsi yang penting kita tak minta pada orang lain, masih ada diluaran sana yang lebih susah dari kita " kata-kata bunda membuat diriku tersenyum, aku langsung memeluk tubuh bunda " terimakasih bunda selalu mendukungku disetiap langkahku" kataku lirih.
" sama-sama sayang, ya sudah sekarang kamu sarapan dulu sebelum berangkat kerja ya" ku jawab dengan anggukan lalu aku dan bunda mulai berjalan keruang makan.
Disana sudah ada anak-anak panti yang nasibnya sama sepertiku namun bedanya mereka akan sekolah, sedangkan aku untuk berkerja. rutinitas pagi memang seperti ini, sarapan bersama dengan anak-anak memang sangat menyenangkan, karena mereka semua adalah keluarga ku sekarang.
.
.
.
.
" SEMANGAT!!!" ucapku berjalan masuk kedalam gedung, aku harap mendapatkan teman yang menyenangkan.
" kamu yang bernama Kayla Amelia? " tanya Ana.
" iya Bu Ana " jawabku.
" ikuti saya akan ku kasih tau dimana pekerjaan kamu" kata Ana.
" baik Bu " ku ikuti Bu Ana dari belakang ia memasuki ruangan loker, aku diberi baju oleh Bu Ana untuk segera dipakai. setelah itu aku di beritahu ruangan buat OB.
" kamu sudah tau kan tempat- tempat nya, kalau belum tau nanti kamu tanya saja sama Tania, ini orangnya" kata Bu Ana.
" baik Bu " kataku.
" kenalkan namaku Tania " ia mengulurkan tangannya ke arahku, ku balas uluran tangannya.
" Kayla" ucapku
" kamu baru ya disini" tanyanya lagi kepada ku.
" iya mbak baru kemarin saya melamar kerja disini" kataku.
" kamu dibawa siapa masuk kesini?" tanya Tania.
" maksudnya gimana mbak?" tanyaku heran dengan pertanyaan tania.
" ya kamu bisa kerja disini yang bawa masuk siapa gitu Kayla" katanya lagi.
" aku masuk kesini sendirian mbak tanpa siapapun, emang kenapa mbak?" tanyaku penasaran.
" ya aneh aja sih, biasanya yang masuk kesini tu susah apa lagi tak ada yang bawa, kamu hebat bisa menjawab pertanyaan Bu Ana bisa langsung masuk" katanya santai.
" oh gitu ya, aku baru tau kalau disini kaya gitu mbak" jawabku
" ya udah ayo aku tunjukan perkerjaan mulai dari membuat minum sampai membersihkan ruangan" kata Tania
"iya mbak" jawabku singkat
kami berdua mulai berkerja, Tania mengajariku dengan telaten, apa lagi ketika aku gak mengerti ia pun menjelaskan dengan sabar, semoga kedepannya kami bisa menjadi teman patner kerja.
ternyata Tania orangnya asyik juga bisa diajak bercanda. kerja dengan nya pun tak terasa sudah menunjukan jam 12 siang waktunya istirahat.
" kamu mau makan dimana?" tanya Tania.
" aku belum tau makanan yang enak disini" jawabku asal.
" Ok kamu ikut aku yuk di depan sana ada tukang bakso enak dan harganya dijamin deh gak kapok" ucapnya semangat
" Ok deh aku ikut aja" kataku.
kami pun mulai berjalan mencari dimana tukang yang jualan bakso tersebut, ternyata di depan gedung aja yang jualan bakso bawa gerobak yang sudah mangkal disitu. kami segera pesan dan duduk di bangku yang sudah disediakan.
" kamu mau minum apa Kay?" tanya Tania
" es jeruk aja mbak" jawabku.
" kamu gak usah panggil aku mbak deh berasa udah tua deh" kekeh Tania
" terus mau panggil gimana?" tanyaku
" panggil nama aja Tania" katanya
" okeh deh" ucapku.
menunggu 5 menit pesanan bakso sudah diantar ketempat kami duduk, kami segera menyantapnya, bakso dan minuman sudah tandas masuk ke dalam perut.
" Alhamdulillah kenyang " ucap Tania
" mang 2 porsi jadi berapa?" tanya Tania kepada mang penjual bakso.
"40rb aja neng" mangnya sambil membereskan sisa makanan kami.
" ni uang ya mang" Tania meletakan uang tersebut dimeja.
" terimakasih ya neng"
" sama-sama mang" akhirnya kami kembali ke dalam gedung karena waktu istirahat tinggal 10menit lagi.
" ini uang yang tadi bayar makan Tan" tanganku memberikan uang yang tadi belum sempat aku bayar.
" gak usah, makan tadi tanda kita perkenalan" ucap Tania santai.
" beneran" kutatap wajah Tania, ia pun tersenyum dan mengangguk.
" terimakasih ya Tan, karna kamu mau menjadi teman aku" kataku
" tenang aja Kay, kita disini tujuannya sama yaitu mencari uang" tangannya sambil membuat minum buat bos besar.
Aku terpanah mendengar jawabannya, 'ternyata didunia ini masih banyak orang baik' pikirku.
" aku antar minum dulu ya" Tania berjalan pergi untuk mengantar minuman.
" Ok" jawabku singkat.
Akhirnya kerja pertamaku selesai, aku dan Tania segera keluar dari gedung berjalan ketepi jalan raya untuk menunggu angkutan datang.
" kamu pulang kearah mana?" tanya Tania
" aku pulang kearah sana" tanganku menunjukkan arah ke barat.
" ternyata kita se arah, nanti kita satu angkutan aja Kay" katanya sambil menghentikan angkutan. kami pun segera naik dan angkutan mulai berjalan.
" kamu udah lama kerja disini Tan?" tanyaku
" belum sih baru 1 tahun" jawabnya asal
" ya lumayan lama juga kali" tanganku menepuk Pahu Tania, dia hanya tersenyum menanggapi.
Tak berapa lama angkutan yang ku tumpangi berhenti.
" kamu berhenti disini Tan?" tanyaku
" iya aku tinggal disana, kapan-kapan kamu mampir ke tempatku ya" jawabnya sambil turun dan memberikan uang ke mang angkot, ia segara melampaikan tangan kepadaku, kubalas dengan senyum.
Ternyata kerja pertamaku sangat melelahkan, namun juga menyenangkan dapat teman baru yang sangat asyik.
Ku hentikan angkutan yang kutumpangi karena sudah sampai di panti, ku rogoh uang saku dicelana dan segera memberikan uang ke mang angkot.
" terimakasih mang" ucapku
langkah kaki ku mulai masuk kepanti namun aku urungkan, kenapa tiba-tiba perasaanku gak enak ya melihat ada mobil parkir diperkarangan panti.
segera aku berlari menuju kedalam melihat siapa yang datang bertamu.
" terimakasih ya Bu atas informasinya, kalau begitu saya pamit" terdengar suara perempuan berpamitan kepada bunda.
" iya Bu silahkan saya antar ke depan" itu suara bunda.
Aku berdiri di depan pintu ingin mengucapkan salam namun aku terkejut melihat Bu Ana ada di panti,' kenapa ibu ana ada disini, ada urusan apa dengan bunda' batinku.
" assalamualaikum " salamku menyentuh tangan bunda untukku cium.
" walaikumsalam Kay" jawab bunda.
" kalau begitu saya permisi ya Bu" pamit Bu Ana melihat kearah ku sekilas lalu melangkah keparkiran masuk kedalam mobil.
' aku jadi penasaran ada apa Bu Ana datang kesini ' pikirku menerawang dan terkejut ketika bunda memanggil ku.
" kamu udah pulang sayang" ucap bunda lembut
" eh iya Bun" ucap ku kaget
" kamu kenapa sih Kay di panggil gitu aja kok kaget" bunda mengajakku duduk diruang tamu.
" Bu orang tadi kesini ngapain?" tanyaku penasaran.
" ohh Bu Ana tadi" ku jawab dengan anggukan.
" Tadi dia kesini mencari informasi tentang bayi yang pernah dititipkan disini" aku tambah penasaran dengan cerita bunda.
" terus anaknya yang mana Bun?" tanyaku lagi.
" ya kata Bu Ana tadi anaknya mungkin sudah seumur kamu sayang" lagi-lagi ucapan bunda bikin aku bingung, apa maksud nya mencari anak yang sudah lama ke panti ini, eehh tunggu dulu apa mungkin ia membuang anaknya ke panti ini, bisa jadi batinku
" Kay kamu kok malah melamun sih" tangan bunda mengagetkan ku.
" eeh iya udah aku ke kamar dulu ya Bun, mau bersih- bersih dulu" kataku mengalihkan.
" ya udah sana buruan mandi" aku mulai berjalan kearah kamar, namun pikiranku masih tertuju ke Bu Ana.
Ada apa sebenarnya ini, masa kejadian ini yang aku berkerja dan Bu Ana datang kesini datangnya kaya bersamaan, Aneh. . . .