Kejutan

1624 Kata
matahari mulai bersembunyi di ufuk barat, senja mulai menunjukkan dirinya yang mulai gelap membuat bulan dan bintang menampakkan cahaya nya. " Kay aku duluan ya udah ditunggu tu sama teman" Tania menunjuk seorang yang duduk di atas motor metic. " cieee di jemput sama gebetan ya" Kayla menggoda Tania membuatnya salah tingkah. " apaan sih kamu Kay, aku duluan ya" Tania berlari menghampiri kekasihnya. Kayla melampaikan tangan nya kepada Tania yang mulai tak terlihat lagi kerumunan kendaraan yang mulai padat. Kayla masih setia menunggu angkutan umum yang belum terlihat, ia merasa lelah hari ini tak seperti biasanya, karena banyak kejadian yang tak terduga membuatnya sangat letih. " mana sih tuh angkot belum muncul juga" Kayla mulai gak sabar untuk sampai dipanti ia sangat merindukan kasur yang tak empuk itu. " kasur tunggu aku ya, bentar lagi aku datang" batin kayla. " mikir apa kamu senyum-senyum gitu" " ohh aku tau, jangan-jangan kamu mikirin aku ya" David teman satu kantor Kayla itu tiba-tiba datang membuat Kayla heran dengan tingkah laku nya. " kamu apaan sih dav tiba-tiba datang bikin kaget aja" ucap Kayla kesal. " yuk bareng aku aja, ketimbang kamu nunggu angkot belum mencul juga" David menarik tangan kayla menuju Honda yang sudah terpakir diseberang jalan. " kamu apaan sih dav main narik tangan aja, sakit tau" Kayla narik tangan yang masih dipegang David. " maaf Kay tak sengaja, ayo buruan naik" David tersenyum melihat Kayla kesal karena ulahnya itu. Kayla segera naik Honda tersebut dan David mulai menjalankan motornya membelah lautan kendaraan dari kemacetan. " pegangan nanti jatuh" Kayla malas mendengar perkataan David yang mulai seenaknya. Kayla pura-pura tak mendengar perkataan David. namun David tak kehabisan akal ia menambahkan kecepatan membuat Kayla mau tak mau pegangan pinggang David kencang. David tersenyum melihat tangan kayla melingkar di perutnya. " Kay sampai kapan kamu peluk aku terus" Kayla tak sadar jika sudah sampai didepan panti, ia malu melihat tangannya yang masih melingkar diperut David. " ehh maaf tadi aku gak sadar" kata Kayla malu. " gini terus juga gak masalah kok" " dasar modus" Kayla mulai turun dan memperbaiki rambutnya yang berantakan. " terimakasih sudah mau nganterin dav" "is'ok, aku pulang" Kayla hanya mengangguk. David mulai menjalankan hondanya yang sudah tak terlihat lagi. POV KAYLA aku melangkahkan kaki memasuki perkarangan panti, ku lihat area sekitar terasa sunyi tak ada seorangpun lalu lalang. " tumben kok sepi ya, pada kemana anak-anak" " lampu juga belum dinyalain, bunda kemana sih gak seperti biasanya" aku berjalan pelan-pelan mencari saklar lampu namun kakiku tak sengaja menendang balon. " heran deh masak ada balon segala, gak biasanya anak-anak gak beresin mainannya" ketika tanganku menyentuh saklar lampu betapa terkejutnya aku melihat semua orang kumpul meniup terompet merayakan ulang tahunku. "ah aku sendiri lupa kapan tanggal lahirku sendiri" batinku. Prrett Prrett " Selamat ulang tahun Kayla" serempak mengucapkan selamat kepadaku, aku tak mampu menahan air mataku yang lancang mengalir begitu saja, iya aku sangat terharu dapat kejutan dari orang-orang yang ada disekelilingku. " tiup lilinnya tiup lilinnya tiup lilinnya sekarang juga sekarang juga " Hana mendekatiku menyuruh meniup lilin yang sudah ia siapkan. " make a request kay" ku pejamkan mata meminta kepada sang pencipta 'semoga aku selalu diberi kebahagiaan dan selalu dekat orang-orang baik seperti mereka aamiin ' ku ucapkan dalam hati ini. ku buka mata Hana tersenyum kearahku memberi kode untuk segera meniup lilin yang ada di depanku. tepuk tangan meriah menjadi kebahagian tersendiri bagiku, mereka semua memberi selamat dan doa segera ku aamiin kan. " beb maaf ya ulang tahun kamu telat, tapi kamu bahagia kan ada kejutan dari kita semua" Hana menjelaskan seolah ia lupa kemarin tak memberikan ucapan selamat. "no problem Han, aku sangat senang kamu sudah menyiapkan ini semuanya, terimakasih ya" kupeluk tubuh Hana membuatnya memeluk tubuh ku balik. " ini juga ide bunda karena kamu sudah dapat pekerjaan sekalian syukuran gitu " ku beralih melihat bunda yang tersenyum kearah ku. kulepaskan pelukan hangat sahabatku, kuberjalan kearah bunda menatap matanya yang meneduhkan itu membuat hatiku nyaman. " terimakasih ya bunda sudah menyiapkan ini semua buat Kayla" ucapku lirih membuat bunda memelukku sangat erat. " sama-sama sayang" kubalas pelukan bunda membuat nyaman rasanya. " kapan nih makan sudah lapar" ucap Nisa anak panti yang menahan lapar membuat semua orang tertawa akan tingkah lakunya itu. suasana haru menjadi riuh seketika membuat anak-anak yang lain juga langsung makan membuat hatiku sangat bahagia hanya melihat tingkah lucunya. " boleh ayo semua pada makan yang kenyang ya, nanti bisa langsung istirahat ya anak-anak bunda" suara bariton bunda membuat anak-anak langsung mengambil makanan yang mereka inginkan. " Kay kamu juga makan ya" " baik bunda" Hana mendekatiku dan mulai jail seperti biasanya. " gak kerasa ya umur kamu tambah aja, udah tua hahaha " tawa renyah nya membuat diriku kesal namun aku tak kehabisan akal untuk membalasnya. " oh ya, berarti kamu lebih tua dari aku " sontak saja Hana melotot menatapku kesal melihat aku menertawakan dirinya. " kamu juga sih ngatain tua, berarti sama-sama tua doang " mendengar perkataan ku membuat Hana tertawa. " benar juga perkataan mu" aku pamit sebentar untuk bersih-bersih kepada bunda dan ku ajak Hana masuk ke kamarku. " ayo han kekamar aja" Hana mengikutiku dari belakang, terdengar ia pamit kepada bunda untuk ditinggal sebentar. terdengar suara pintu tertutup bertanda Hana sudah masuk. " gimana kerjaan kamu, asik gak?? " " ya begitulah Han namanya juga kerja, ada kalanya bosen " " kamu tu ya baru aja kerja udah bosen " Hana menggeleng mendengar jawaban Kayla yang tak masuk akal. Hana melihat tumpukan buku di sebelah meja nakas tempat tidur Kayla ia mengambil buku tersebut, ia baca halaman demi halaman ketika aku ke kamar mandi. tak butuh waktu lama aku keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang segar rasa letih pun hilang seketika. ku perhatikan Hana masih asik dengan buku yang ada ditangannya itu, ia tak menghiraukan aku sama sekali yang sudah duduk di sebelahnya, hingga aku terbesit ingin menjahili dia. " ada kecoak!!" teriakku " mana-mana kecoak nya kay !! " teriak Hana histeris sampai ia melempar buku yang ia pegang ke lantai dan kakinya mulai naik keatas kasur dengan teriak-teriak tak jelas. " ha ha ha ha. . . . " aku tak mampu menahan tawa melihat Hana sangat ketakutan dengan kecoak, jika kalian tau pasti bakalan menertawakan sama sepertiku. " kamu kerjain aku kay?!! " marahnya. " awas ya kamu udah bikin aku senam jantung " Hana turun dari kasur segera berlari mengejarku, aku yang refleks langsung lari menghindari kejaran Hana yang lucu seperti anak kecil yang diambil permennya. " ampun Han aku udah capek" teriakku. Hana masih mengejarku hingga aku terjatuh diatas kasur, Hana mulai menggelitikku hingga membuat kram perutku. " ampun Han ampun, sudah ya ha ha ha " " makanya kamu jangan jail!, ini rasakan pembalasanku " tak kuasa menahan geli hingga aku mengeluarkan air mata. pada akhirnya kami jatuh ke kasur bersamaan, nafas kami terasa tercekat ku mulai mengatur pernafasan yang masih naik turun, sesaat kami terdiam menikmati detak jantung yang tak beraturan. " udah lama ya kita gak tertawa seperti ini han " ku buka percakapan dengan Hana namun yang ditanya hanya diam saja. " Han. . . " masih tak ada sahutan. aku menoleh kearah samping dimana Hana berada, ia memejamkan mata tak bergerak sedikit pun, ' kenapa dengan Hana ' batinku. tak tinggal diam aku mulai menggelitiknya namun tak ada reaksi, jari telunjuk ku taruh di hidungnya ' loh kok gak bernafas ' batinku, kumulai panik namun aku check denyut nadi masih berdetak, ku taruh telingaku diatas dadanya mendengarkan detak jantung ' masih berdetak tapi kok gak bergerak ' batin ku lagi. " Han bangun dong . . . " masih gak bangun, akhirnya aku mulai panik segera ku mencari ponsel yang masih ada didalam tas, belum sempat aku pencet tombol hijau Hana tertawa terbahak-bahak ' ternyata aku dikerjain ' batinku. " ha ha ha ha. . . ." " gak lucu tau Han, kamu bikin aku takut " kataku lirih. " aku hanya bercanda beb " Hana yang masih tertawa membuatku kesal. " bercandaan kamu gak lucu !!" kesal ku. " Ok aku minta maaf beb, aku gak bermaksud buat kamu khawatir" Hana mulai bicara serius. " kamu gak marah kan?" tanyanya. " Hay kenapa kamu malah menangis kay?" Hana mulai khawatir melihatku hanya diam tanpa menjawab pertanyaan nya. " aku hanya bercanda tadi gak lebih" ucapnya lagi. " kamu tau Han bercandaan kamu gak lucu tau gak! aku takut kamu kenapa-kenapa, Sampai kamu terjadi sesuatu aku gak bakalan bisa maafin diriku sendiri" kataku lirih. sungguh ini sangat menyesakkan hati jika terjadi sesuatu pada sahabatku ini, sungguh aku tak sanggup kehilangannya, aku tak tau jika hidupku tanpa Hana. " aku kan sudah minta maaf Kay, aku tidak bermaksud membuat kamu sedih seperti ini, maafin aku ya?" kutatap mata Hana yang meneduhkan itu, aku hanya mampu menggangguk saja tanpa berkata sepatah pun, Hana memelukku dan ku balas pelukannya sangat erat, seakan aku takut kehilangannya. " janji ya Han kamu jangan pergi meninggalkan aku sendirian disini" kataku lirih. " iya Kay aku akan selalu menemani kamu, janji" persahabatan kami memang sangat lama, aku tau keluarga Hana orang sini asli jadi dari kecil kami selalu main bersama, sekolah bersama sampai sampai saat ini pun kita masih bersama seperti saudara sendiri. lama kami pelukan akhirnya Hana yang mampu mencairkan suasana yang haru menjadi santai. " udah deh pelukannya nanti di lanjut lagi " " apaan sih Han " " senyum dong jangan sedih lagi OK" aku hanya tersenyum menanggapi perkataan Hana. " nah gitu dong senyum kalau gini kan cantik" Hana memang bisa membuat moodku membaik, jelas saja tadi ia membuat ku menangis sekarang bisa tersenyum, ah memang ia sahabatku yang paling the best. " Han aku mau ngomong sesuatu"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN