siang pun berganti malam waktunya istirahat bagi orang yang seharian telah mencari nafkah untuk keluarganya agar dapat mencukupi kebutuhan masing-masing, namun berbeda dengan gadis yang masih duduk termenung, sejenak ia berpikir bagaimana caranya ia dapat menemukan keluarga yang telah membuangnya itu.
ia adalah Kayla menatap dirinya didepan cermin, wajah putih bersih, hidung mancung menambah cantik wajahnya.
"apa wajah ini juga keturunan dari mereka "pikir kayla.
" aku sudah mencoba mencari di media sosial juga tak menemukan mereka, apa aku harus cari detektif ya? bagaimana menerutmu??" Kayla bertanya pada dirinya sendiri didepan cermin, seolah-olah ia sedang berbicara pada kembarannya.
" bisa-bisanya aku seperti orang gila sekarang " hembusan nafas Kayla terasa berat jika ia mengingat nasibnya.
" apa aku harus menyerah begitu saja sekarang sebelum bertempur??!"
" apa kamu begitu pengecut saat ini Kay, astaga!! " Kayla mengusap wajahnya gusar.
" OK Kay kamu harus bisa!, jangan menyerah! " semangat Kayla untuk terus tetap berjuang.
" besok aku cari Hana saja untuk membantuku mencari detektif " pikir kayla.
Kayla mulai berjalan menuju tempat tidur untuk membaringkan tubuhnya disana.
malam semakin larut Kayla tak dapat memejamkan mata ketika ia teringat perkataan Pak Wijaya tadi siang.
" kenapa pak Wijaya kaget tentang diriku" guman Kayla.
"ah bodo amat, aku harus tidur kalau gak besok bisa kesiangan, ayolah mata kamu harus kerja sama dengan ku, besok kita harus kerja lagi" omel Kayla pada dirinya sendiri.
ketika Kayla memejamkan matanya ia teringat kejadian siang yang tak terduga itu, matanya mulai terjaga lagi.
" aku punya ide" Kayla berjalan menuju rak buku untuk membuka buku pelajaran agar ia cepat tidur.
Ternyata rencananya cukup efektif ia sudah mulai menguap tandanya ia mulai ngantuk, matanya pun mulai terpejam dan tak terasa Kayla sudah masuk ke alam bawah sadarnya.
Keesokan paginya Kayla telat bangung ia melihat jam dinding menunjuk ke angka 5:30 ' astaga bisa mati aku' batin Kayla segera bergegas ke kamar mandi tak butuh waktu lama Kayla sudah selesai memakai pakaian dan mulai bersiap-siap pergi kekantor.
ketika Kayla keluar kamar amanda memanggilnya untuk sarapan namun Kayla sudah telat ia hanya pamit dan langsung pergi.
" Kayla berangkat ya Bun, udah siang soalnya" kata Kayla langsung mencium pipi kanan Amanda yang masih cantik.
kayla ditepian jalan raya menunggu angkutan umum, namun tak kunjung datang padahal ia sudah telat.
" ya Tuhan bagaimana ini sekarang sudah setengah 7, belum ada angkutan yang lewat" Kayla mulai resah jika ia terlambat, ia harus sampai di kantor jam 7 tepat kalau tidak ia bisa mendapatkan masalah. perjalanan panti sampai di kantor 30 menit belum juga jika macet bisa lebih.
akhirnya Kayla melihat ada angkutan yang sudah ia tunggu-tunggu datang juga, ia mulai naik dan angkut mulai berjalan.
"aduh bagaimana ini, sudah telat 10 menit" kayla perlahan masuk ke gedung, ia mulai mencari sosok temannya namun ia tak menemukannya.
"kemana sih Tania kok belum kelihatan disekitaran sini"
" biasanya kan dia sudah membersihkan kaca didepan sini"
Kayla segera masuk namun tiba-tiba ada orang menabrak nya begitu saja membuat tubuh Kayla kehilangan keseimbangan dan terjatuh, refleks tangan kayla memegang lengan kokoh laki-laki tersebut. sesaat mereka saling menatap satu sama lain.
" manis" kata sosok laki-laki membuat Kayla tersadar.
" maaf tadi saya gak sengaja" kayla menunduk karena ia merasa malu.
" saya permisi " Kayla mulai berlalu begitu saja tanpa melihat orang yang menabraknya tadi.
" siapa gadis itu"
Revano Adam Pratama anak dari keluarga terpandang yaitu Bramantyo Pratama pemilih perusahaan tambang batubara, ia datang ke kantor Wijaya Grup karena ia akan menggantikan Wijaya menjadi CEO. ia memiliki saham cukup besar disini 40% dan Wijaya memiliki saham 60%. walaupun saham Revano lebih sedikit dari Wijaya, ia mempunyai wewenang atas perusahaan Wijaya Grup.
Hari ini tepat tanggal 13 perubahan perusahaan mengantikan CEOnya. sedangkan Wijaya pergi keluar negeri untuk mengembangkan perusahaannya yang ada disana. Wijaya menyerahkan sepenuhnya perusahaan ini kepada Revano untuk melanjutkan perjuangannya memajukan perusahaan ini. ia sangat yakin jika Revano mampu untuk menjadi penerusnya di PT. Wijaya Grup.
" kamu dari mana saja sih Kay?" tanya Tania.
" tadi aku kesiangan Tan, ya baru tiba sekarang" Kayla mulai menganti pakaiannya dan siap untuk segera berkerja.
" ayo kita kerja sekarang" ajak Kayla.
" nanti Kay, apa kamu tidak tau kalau kita akan berganti bos besar?" tanya Tania
" enggak"
" ya Tuhan " Tania memijit pelipisnya yang terasa nyut-nyutan.
" emang jam berapa?" tanya Kayla.
" Sekarang kita harus berkumpul di depan sana" tunjuk Tania di depan loby yang sudah banyak orang berkumpul.
" ya udah ayo" ajak Tania
Kayla hanya mengikuti Tania dari belakang, 'ternyata benar yang dikatakan Tania kalau ada pergantian bos besar' batin Kayla.
" saya disini hanya menyampaikan bahwa saya akan mengundurkan diri sebagai CEO, karena saya akan mengembangkan perusahaan saya yang ada diluar negeri" Pak Wijaya menyampaikan pengumuman tentang pergantian yang sebentar lagi ia akan mengundurkan diri dari perusahaannya sendiri, namun sebenarnya ia tetap memantau dari jauh perusahaan yang sudah ia bangun dari nol ini hingga mencabang diberbagai negara, betapa kaya nya Pak Wijaya ini.
" maka saya dengan berat hati akan menyerahkan jabatan saya ini kepada Pak Revano, jika saya selama berjabat menjadi pemimpin kalian ada salah saya minta maaf, begitu saja yang bisa saya sampai dan terimakasih " tepukan tangan sangat meriah dari para karyawan membuat mereka sedih kehilangan sosok pemimpin seperti Pak Wijaya, yang selalu ramah dan bijaksana.
" silakan Pak Revano untuk memperkenalkan diri"
Revano mulai maju dua langkah untuk bisa memperkenalkan dirinya.
" iya terimakasih kepada Pak Wijaya yang sudah menjadikan saya mengantikan anda untuk menempati posisi menjadi CEO di perusahaan ini"
Revano berhenti sejenak melihat wajah karyawan, ada banyak wanita yang kagum kepadanya dan mulai berbisik-bisik atas ketampanan yang Jarang sekali mereka lihat, karena pemimpin sebelumnya sudah berumur.
membuat mereka sekarang semangat untuk berkerja.
tatapan Revano berhenti ketika melihat Kayla barisan paling belakang, ia pun tersenyum kepada karyawannya dan banyak wanita terpanah melihat senyuman yang manis membuat suasana kantor semakin riuh, apalagi karyawan wanita yang heboh bisa melihat langsung pemimpin perusahaan.
" Baik perkenalan nama saya Revano Adam Pratama, cukup itu saja perkenalan dari saya, apa ada pertanyaan??" semua cewek langsung bersemangat untuk menjawabnya.
" sudah punya pacar pak?"
"rumahnya dimana pak?"
" boleh minta nomer ponselnya pak?"
'pertanyaan-pertanyaan gan mutu' batin Kayla mendengar pertanyaan karyawan lain.
" Tan aku pergi ke toilet bentar ya" Tania hanya mengangguk saja, ia juga penasaran akan jawaban pak Revano.
" sebelumnya saya menjawab pertanyaan kalian, saya akan bertanya pada orang yang akan pergi diam-diam itu" seketika suasana riuh menjadi hening, semua orang melihat kearah Kayla yang berjalan mendadak berhenti seketika.
" Kay kamu di panggil sama pak Revano" Tania menahan Kayla untuk tidak pergi.
semua mata tertuju kepadanya, Kayla bingung apa yang akan ditanyakan kepadanya, sedangkan ia sudah kebelet ingin ke toilet.
" saya Pak?" Kayla menunjuk dirinya sendiri.
" iya kamu, apa sopan ketika saya sedang ada disini kamu malah pergi begitu saja tanpa permisi!"
kata Revano ketus.
" aduh bagaimana ini, aku sudah tak tahan lagi, dasar bos ini bikin aku malu!!" batin Kayla kesal.
" apa kamu tak punya telinga hingga kau tak menjawab pertanyaanku?" Revano tau jika Kayla sedang menahan sesuatu ingin segera dikeluarkan. " asik juga melihat gadis itu tak berkutik" batin Revano senang.
" dasar bos kampret" batin Kayla kesal
" maaf pak saya mau ke toilet, karena sudah tak tahan" semua tertawa melihat Kayla lari terbirit-b***t untuk segera ke toilet.
acara perkenalan CEO sudah selesai semua karyawan berkerja seperti biasanya. Namun tidak dengan Kayla ia masih kesal telah dipermalukan oleh bosnya itu, ia membersihkan halaman belakang sambil ngomel-ngomel tak henti.
" udah lah Kay, apa kamu gak capek ngomel muluk" telinga Tania terasa panas mendengar ocehan temannya itu.
" siapa coba yang tidak kesal sama bos kampret itu!, aku sedang kebelet juga ia masih aja menahanku dengan pertanyaan yang gak bermutu itu, awas aja kalau aku ketemu dia lagi!!" kepala Kayla seperti tanduk banteng yang siapa menerkam siapa saja yang ada didepannya.
" emang kamu gak takut dipecat nanti jika pak Revano mendengar ocehan kamu itu" Tania juga kesal dengan Kayla yang gak berhenti ngomel-ngomelnya.
" bodo amat, pecat bisa cari kerja lagi Tan, tapi harga diriku yang sudah dipermalukan, mau ditaruh dimana muka aku ini, ya Tuhan semalam aku mimpi apa bisa ketemu bos kampret itu" kata Kayla kesal.
Tanpa mereka sadari Revano mendengar ocehan Kayla yang tak berhenti menyebutnya bos kampret. Revano senang melihat wajah kesal Kayla, membuatnya sebagai hiburan tersendiri.
" Pak ada pertemuan rapat sebentar lagi dengan PT. Bimasakti" kata asistennya.
" Ok siapkan semua dokumen yang diperlukan"
" baik pak, kalau begitu saya permisi" asisten pribadi itu segera pergi dan mulai menjalan tugas dari bosnya itu.
bersambung. . . ..