Bab 62

1691 Kata
Washington, D.C (US) Peluncuran matahari buatan yang berlangsung sejak pukul 10 pagi berjalan dengan lancar. Tidak ada kata yang bisa mengungkapkan betapa senangnya Alfred begitu melihat proyek yang ia pimpin berhasil diluncurkan dan berfungsi dengan maksimal. Rasanya seluruh kekecewaan yang selama ini mengiringi langkahnya yang penuh dengan kegagalan telah menghilang bersama dengan meluncurnya matahari di atas langit yang gelap dan penuh dengan debu serta polusi. Seumur hidupnya, Alfred terbiasa dengan kegagalan, namun kini ia mulai bernapas dengan lega setelah mengetahui jika ia masih memiliki kesempatan untuk mewujudkan mimpinya. Bersama dengan Charlotte yang sejak tadi berdiri di sisinya, Alfred kini berhasil menatap langit dan melihat cahaya keberhasilannya. “Kau bahagia?” Tanya Charlotte setelah wanita itu mengakhiri rekaman video yang ia ambil untuk dikirim kepada Aurora. “Apakah ada hal yang lebih membahagiakan?” Alfred merangkul bahu Charlotte sambil tersenyum. Menyadari jika hubungan Charlotte dan Aurora tidak berakhir sekalipun kini mereka tidak lagi tinggal di kota yang sama, juga menjadi salah satu alasan di balik senyuman Alfred. Charlotte selalu memahami dan mengerti bagaimana cara untuk membuat Alfred merasa bahagia, wanita itu menerima seluruh kehidupan Alfred baik masa lalunya maupun masa depannya. Wanita itu membuat Alfred menjadi pria yang jauh lebih baik dalam segala hal. “Aurora akan sangat senang ketika melihat rekaman yang aku kirimkan. Sejak kemarin ia sudah memperingatkan aku agar tidak lupa mengirimkan rekaman peluncuran matahari buatan” Charlotte kembali sibuk dengan ponselnya. Selama dua minggu terakhir, Charlotte sibuk menghubungi Aurora dan mengingatkan putrinya untuk rutin menggunakan perawatan kulit yang telah Charlotte beli. Aurora juga tampak antusias setiap kali memperlihatkan perawatan kulit yang ia lakukan di malam hari. Begitu sambungan panggilan video terhubung, maka Charlotte dan Aurora akan memiliki dunia mereka sendiri dan melupakan semua orang yang ada di sekitar mereka. Alfred sering kali merasa tersingkir ketika dua sahabat itu membicarakan mengenai perawatan kulit dan riasan wajah. Namun setiap kali mendengar suara Aurora, Alfred tidak sanggup menunjukkan kekesalannya. “Kalian selalu melupakan aku setiap kali berbicara bersama..” Alfred mengomel dengan suara pelan. “Kau.. kau tidak sedang menunjukkan kecemburuan, bukan?” Charlotte menatap Alfred sambil menyipitkan matanya. “Lupakan saja, aku sendiri tidak mengerti kenapa aku berbicara melantur..” Alfred mengendikkan bahunya dengan pelan. “Ini proyek besar yang begitu luar biasa. Kami semua sangat terkesan dengan keberhasilan proyek yang Anda pimpin, profesor Bernadius” Beberapa orang mendatangi Alfred dan mengucapkan kalimat selamat atas keberhasilan yang ia dapatkan. Alfred kembali sibuk untuk berbicara dengan beberapa rekan kerja yang ikut bekerja dalam proyek matahari buatan. Ada juga beberapa pejabat pemerintahan yang ikut datang dan menyaksikan langsung proses peluncuran, mereka mendatangi Alfred dan membicarakan mengenai tawaran kerja sama lanjutan untuk proyek pemerintahan. “Proyek ini tidak akan berjalan dengan lancar tanpa kerja sama yang baik..” Jawab Alfred sambil menjabat tangan beberapa orang pemerintahan yang datang menemuinya. “Anda seorang pemimpin yang baik. Proyek ini memang selesai lebih lambat dari perkiraan kami, tapi keberhasilan Anda patut untuk mendapatkan pujian..” Tidak ada yang lebih penting dari pengujian ulang sebelum suatu proyek benar-benar layak untuk diluncurkan. Alfred tidak bisa mengambil risiko dengan mengikuti jadwal pemerintah yang terlalu sedikit dalam memberikan waktu. “Kami harus melakukan pengujian ulang dan memastikan jika tidak ada kegagalan dalam pengembangan proyek. Matahari buatan adalah proyek yang sangat sensitif karena belum ada uji coba lanjutan dari proyek ini, kami tidak bisa mengambil risiko dengan mengikuti jadwal yang ditetapkan oleh pemerintah..” “Beberapa orang mengatakan jika Anda adalah seorang ilmuan yang keras kepala. Tidak ada yang bisa mengganggu keputusan Anda, apakah itu benar?” Alfred merasa tersudut dengan pertanyaan yang diajukan, namun ia tidak menunjukkan jika saat ini dia mulai merasa kesal. Tidak ada orang yang lebih tahu mengenai apa yang terbaik untuk pengembangan proyek kecuali pemimpin proyek itu sendiri. Alfred mengambil keputusan beresiko dengan melakukan peluncuran matahari buatan sebelum jadwal uji coba ketiga, dia memajukan seluruh jadwal demi bisa memenuhi keinginan pemerintah yang sudah menyudutkan timnya selama beberapa minggu belakangan ini. Jika ada masalah yang berhubungan dengan peluncuran matahari buatan, maka orang yang akan bertanggung jawab adalah Alfred sendiri. “Proyek ini sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah. Apakah Anda tahu dari mana pemerintah mendapatkan dana sebesar ratusan juta dollar?” Tanya Alfred dengan suara tenang. “Apakah Anda berusaha membicarakan mengenai sumber dana daerah dengan saya?” Alfred mengendikkan bahunya dengan tenang. Dia hanya berusaha untuk menjelaskan maksud dari keputusan yang selama ini ia buat. Jujur saja, selain untuk dirinya sendiri, proyek ini juga sangat penting bagi kelanjutan karir seluruh anggota tim yang ikut bekerja dalam pengembangan matahari buatan. Alfred tidak bisa mempertaruhkan kehidupan mereka dengan mengambil keputusan bodoh karena ingin mengikuti kemauan pemerintah. “Rakyat membayar pajak, pajak tersebut terkumpul dan diatur oleh pemerintah untuk memberikan fasilitas kepada rakyat. Pada dasarnya, uang yang rakyat bayarkan akan kembali kepada mereka dalam bentuk fasilitas umum yang dapat mereka gunakan.” Alfred berbicara sambil menunjukkan anggaran dana pengembangan matahari buatan. “Proyek ini dikembangkan demi memperbaiki keadaan iklim dan cuaca. Kita semua menggunakan uang rakyat untuk membiayai proyek ini. Jika saya melakukan kesalahan, saya harus bertanggung jawab kepada rakyat. Apakah sekarang kalian mengerti kenapa saya selalu menolak setiap kali pemerintah mendesak agar matahari buatan bisa segera diluncurkan sejak proses uji coba pertama?” Lanjut Alfred. Beberapa orang yang awalnya mencoba untuk menyudutkan Alfred, kini mereka tampak terkejut dengan jawaban yang Alfred berikan. “Proyek ini sangat berarti bagi saya, tapi di luar mimpi pribadi saya, saya juga memikirkan bagaimana dampak pengembangan proyek bagi masyarakat sekitar. Apa yang akan terjadi jika proyek ini mengalami kegagalan? Bagaimana cara saya bertanggung jawab?” Alfred menutup ponselnya yang sejak beberapa menit lalu menampilkan laporan anggaran dana proyek matahari buatan. “Anda sendiri yang mengatakan jika proyek ini sepenuhnya didanai oleh uang rakyat. Jika semakin mengundur jadwal peluncuran, bukankah itu berarti Anda tidak peduli pada keadaan masyarakat? Kita semua hampir mati membeku karena suhu udara New York yang membeku mulai terbawa angin dan membuat kota di sekitarnya merasakan penurunan suhu yang begitu drastis..” Bukan hanya New York saja yang mengalami kebekuan karena gelombang udara dingin beberapa bulan lalu. Dibandingkan orang-orang dari pemerintahan, Alfred yang jauh lebih mengerti bagaimana mengerikannya keadaan New York saat gelombang udara dingin menyapu wilayah tersebut. Saat itu Alfred melihat semuanya dengan matanya sendiri. Ia berjalan di atas lapisan es yang ditutupi oleh salju, ia juga menghadapi udara dingin ekstrem saat mencoba untuk menemukan Aurora. Alfred mengalami semua itu beberapa bulan lalu, ia jelas sangat mengerti betapa mengerikannya keadaan New York. Namun, mengendalikan suhu udara tidak semudah yang mereka kita. Proyek matahari buatan membutuhkan waktu untuk uji coba lanjutan sebelum benar-benar siap untuk diluncurkan. Pemerintah Amerika merasa tidak setuju dengan keputusan Alfred, mereka tidak ingin benua lain melakukan peluncuran matahari buatan mendahului proyek yang dikembangkan oleh benua Amerika. Persaingan politik masih tetap terjadi ketika dunia berada di ujung kehancuran. “Sebelum benar-benar yakin dengan suatu proyek, kita harus melakukan uji coba berulang kali. Jika proyek ini gagal, siapa yang akan disalahkan? Apakah pemerintah akan berdiri dan membela kami? Atau justru mereka menjadi kubu lawan yang berusaha menutupi kecerobohan mereka dengan menjadikan kami sebagai kambing hitam?” “Anda memang sangat percaya diri dan juga keras kepala. Seorang ilmuan hebat tidak akan keberatan untuk mendengarkan kritikan, bukan?” Alfred tersenyum sekilas. Kritikan apa yang sedang mereka berikan? Bukankah sejak tadi mereka hanya mencoba untuk menjatuhkan Alfred? “Tidak ada kritikan membangun yang kalian berikan. Saya akan dengan senang hati mendengarkan kritikan yang berguna untuk membangun pemikiran saya, namun kalian hanya mencoba untuk menjatuhkan saya..” Alfred tersenyum dengan simpul. “Well, tidak ada yang perlu diperdebatkan lagi. Matahari buatan sudah berhasil diluncurkan. Bukankah sekarang sebaiknya kita fokus untuk memikirkan proyek lanjutan yang telah Profesor Bernadius ajukan sebelumnya?” Salah satu dari mereka mencoba untuk mengalihkan topik pembicaraan. “Kami akan sangat sibuk untuk memeriksa proses kerja matahari buatan. Diperlukan waktu setidaknya 4 atau 5 bulan sebelum kami benar-benar yakin pada proyek ini. Saya sangat mengubah pembangkit energi nuklir menggunakan energi matahari buatan yang lebih ramah lingkungan, tapi sepertinya proyek itu baru bisa dikembangkan tahun depan setelah saya mendapatkan persetujuan dari semua pihak.” Alfred memberikan penjelasan mengenai proyek lanjutan yang sudah dia ajukan kepada pemerintah. Dibutuhkan dana yang sangat besar untuk mengubah sistem kerja energi nuklir maupun minyak bumi yang selama ini mendominasi dunia industri. Alfred mengerti jika proyek yang ingin ia kembangkan pasti akan menimbulkan berbagai perdebatan, namun Alfred tidak akan berhenti berusaha karena memang sejak awal, proyek inilah yang sangat ingin ia kembangkan. “Apakah Anda sedang membicarakan mengenai pemanfaatan energi matahari untuk menjalankan dunia industri? Kudengar proyek itu akan dikembangkan dalam dua bulan lagi oleh seorang ilmuan dari New York..” Alfred menolehkan kepalanya dengan dramatis. Ia merasa sangat terkejut ketika mendengarkan informasi tersebut. Ada waktu dimana Alfred sangat sibuk dengan proyek yang tengah ia kembangkan hingga dia tidak memiliki waktu membaca informasi terbaru mengenai proyek kerja pemerintah. Alfred fokus menyelesaikan proyek yang ia miliki, tapi sayangnya kini ia harus dihianati karena kerja kerasnya sendiri. Proyek pemanfaatan matahari buatan untuk mengganti energi industri adalah sebuah proyek yang Alfred tawarkan kepada pemerintah. Segala hal yang berhubungan dengan proyek tersebut telah ia pelajari selama hampir tiga tahun belakangan. Tapi sekarang pemerintah menawarkan proyek tersebut kepada tim lain? Bukankah ini bisa disebut sebagai sebuah penghianatan? “Apakah berita itu sudah pasti? Kudengar ada banyak tim yang memperebutkan proyek tersebut.” “Tentu saja berita itu sudah pasti. Pemerintah pusat memilih tim dari New York untuk memimpim proyek lanjutan dari matahari buatan.” “Bukankah proyek ini diusulkan oleh tim Profesor Bernadius? Apakah pemerintah benar-benar memberikan proyek ini pada tim lain?” “Bukankah akan lebih baik jika kita mendengar jawaban dari profesor Bernadius sendiri? Dia yang jauh lebih mengerti karena proyek ini berhubungan dengan proyek yang sedang ia jalankan..” Tanpa memberi jawaban apapun, Alfred menggenggam tangan Charlotte dan meninggalkan mereka semua. Bagaimana bisa proyek yang Alfred usulkan justru diberikan kepada tim lain? Alfred benar-benar tidak habis pikir dengan keputusan pemerintah yang terkesan mencoba untuk melawan dan menjatuhkan tim Alfred. Saat ini, tidak ada yang bisa Alfred lakukan selain mencari tahu sendiri mengenai rencana pemerintah. Baiklah, sepertinya Alfred akan menghadapi pertempuran yang jauh lebih besar dari yang ia hadapi selama ini. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN