"Kalian beristirahatlah, ganti pakaian kalian dan segera pulang. Mamimu pasti sudah menunggu, ini sudah malam." Ucap Sean pada Twin A. "Kan ada papi, kalau marah ya papi lah yang harus bertanggung jawab." Jawab Aditya dengan entengnya. Sean tidak habis pikir dengan jawaban Aditya, tapi itu sudah menjadi hal biasa. Sudah terbiasa dengan jawaban dari putranya. "Jangan macam-macam kamu, Aditya. Atau uang jajanmu papi potong," ancam Sean. "Papi dikit-dikit uang jajan yang di potong." Gerutunya. "Makanya nurut, jangan membantah ucapan papi. Kalian kembalilah dulu ke markas untuk membersihkan diri lalu pulang," pintanya lagi. Aditya dan lainnya segera pergi meninggalkan tempat tersebut terlebih dulu. Sean masih harus memeriksa yang ada di sana. Sedangkan di sisi Ana... "Ini semua orang pad

