* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Gara-gara percakapan tentang renacan kuliah dan LDR, baik Agas dan Aya jadi sama-sama diam setelahnya. Bukan hanya salah satu, tapi dua-duanya. Sepertinya Aya juga tahu kalau diamnya Agas karena cowok itu dilema. Agas sedang bingung dan berpikir keras agar mendapat solusi yang terbaik. Itu pula yang dilakukan Aya sedari tadi pula. Tak mau membuang waktu untuk terus hening begini—apa lagi mereka berdua baru bertemu setelah lima hari tidak begitu—akhirnya Aya berdiri dari duduknya, membuat Agas mendongak mengikuti setiap pergerakan sang pacar. “Mau kemana?” Aya menoleh. “Bikin minum buat kamu.” “Ooh. Minta kopi item aja, boleh?” “Tumben?” “Lagi pusi

