* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * “Aya?” Agas mengetuk pintu kamar tamu yang kini ditempati pacarnya. Sekitar dari tiga menit yang lalu, perempuan itu masuk kamar mandi usai berpamitan kepadanya untuk mandi dan membersihkan diri—mengingat tadi dia datang dengan lelah dan keringat yang jadi satu lalu sudah istirahat setengah jam di ruang tengah pula. Tok, tok, tok. “Ay?” Agas bisa saja langsung buka pintu kamar tamu dan masuk, lalu berganti jadi mengetuk pintu kamar mandi karena dari apa yang ia dengar, suara gemericik air dari shower menandakan kalau Aya memang lagi sedang mandi. Tapi dia tahu manner. Selain manner, dia juga pasti disemprot Aya kalau tiba-tiba masuk tanpa ijin. “

