* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * “Kamu masuk jam berapa, Ay, kerjanya?” “Shift sore, kok. Jam tiga.” Agas mengangguk-anggukkan kepalanya, sementara otaknya kembali fokus bekerja untuk membaca ulang pertanyaan di buku tebal berjudul SOAL LATIHAN SBMPTN tersebut. Agas menurunkan tangannya, mencoret sesuatu di kertas untuk menghitung, lalu berhenti, lalu menghitung lagi, kemudian berhenti lagi. Begitu terus sampai Agas mengerang karena kesal. Aya yang duduk di atas ranjang, dengan posisi seperti semula yakni menyandar pada kepala ranjang dengan kaki lurus, sementara tangannya bermain game anak-anak di ponsel Agas, jadi mengangkat kepala. “Gas, jangan tiba-tiba teriak gitu! Bikin ka

