Bab 82. Mahar Harga Diri

2094 Kata

“Sekolah Ibu…” Jasson akhirnya membuka suara. Suaranya serak, seperti ada kerikil di tenggorokannya. “Liburnya… lama.” Axe mengerutkan kening kecilnya, matanya menyipit serius. “Lama itu berapa hari, yah?” Jasson menarik napas panjang. Dadanya terasa berat, seolah ada beban ribuan ton mesin yang sedang menindih paru-parunya. “Kadang… bisa lama banget. Sampai… orang yang nunggu harus jadi orang paling sabar di dunia.” Axe terdiam. Ia mencerna kata sabar dengan caranya sendiri. Lalu, tanpa diduga, ia mengangguk kecil, seolah baru saja menerima misi rahasia. “Oh…” gumamnya. “Berarti Axe harus jadi orang sabar ya?” Kalimat sederhana itu menghantam Jasson lebih keras. Ia tersenyum tipis. “Iya,” jawabnya pelan. “Axe kan anak hebat.” Axe langsung tersenyum bangga, dadanya dibusungkan. Duni

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN