Opick memandang langit malam yang berselimutkan kabut dan gerimis tipis. Kabut tipis itu seakan burung layang-layang yang terbang dengan sangat pelan lalu menyentuh tanah di bawah sana. Suasana hatinya suram dan terjun bebas seperti cuaca di luar jendela ruang kerjanya. Ironis, hanya beberapa waktu yang lalu Ari membuat hari Opick dihiasi pedar yang menyala terang bagaikan kembang api. Namun, dalam selang waktu tidak lebih dari dua puluh empat jam, kembang api di dadanya padam menyisakan bubuk mesiu yang mati. Debu tak berharga. Bubuk mesiu yang ditemukan kemudian dinyalakan untuk menakut-nakuti roh jahat itu nyata adanya. Roh jahat itu bersemayam dalam raganya. Sejak awal-awal dahulu, Opick merasa lengkap sebagai suami. Sempurna sebagai laki-laki. Sayangnya, dia terlalu percaya dir

