Rasanya seperti disapu angin. Itulah yang kini baru dirasakan Opick. Di hari pertama di mana dirinya dikenalkan pada sosok datar, dingin, dan tak memerlukan pilihan. Opick masih ingat dengan sangat jelas setiap kejadian, setiap waktu yang bergerak canggung, dan setiap jengkal perasaan yang menghasilkan kekagetan. Pahit sekali harimu, Fiq. Awalnya, Opick rasa itu adalah bualan Anuar seperti biasa. Pria itu tidak pernah puas dengan mainan miliknya dan akan merebut apa yang menjadi milik orang lain. Namun, kali ini apa yang dikatakan Anuar tentang pria itu adalah benar. Keduanya berjumpa di Dubai Expo. Dan pria itu tampak hangat saat bersama Ari saat Anuar bergabung dengan mereka saat makan siang. "Wah, we meet again ya, Pak Rahmadi. Anak istri sehat, ya?" "Masih memikirkan bualan

