Bab 67-Membelot

1376 Kata

Rasanya seperti disapu angin. Itulah yang kini baru dirasakan Opick. Di hari pertama di mana dirinya dikenalkan pada sosok datar, dingin, dan tak memerlukan pilihan. Opick masih ingat dengan sangat jelas setiap kejadian, setiap waktu yang bergerak canggung, dan setiap jengkal perasaan yang menghasilkan kekagetan. Pahit sekali harimu, Fiq. Awalnya, Opick rasa itu adalah bualan Anuar seperti biasa. Pria itu tidak pernah puas dengan mainan miliknya dan akan merebut apa yang menjadi milik orang lain. Namun, kali ini apa yang dikatakan Anuar tentang pria itu adalah benar. Keduanya berjumpa di Dubai Expo. Dan pria itu tampak hangat saat bersama Ari saat Anuar bergabung dengan mereka saat makan siang. "Wah, we meet again ya, Pak Rahmadi. Anak istri sehat, ya?" "Masih memikirkan bualan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN