Ari memandang tangan keriput di hadapannya, yang terlihat kepayahan meraba d**a kirinya yang berombak, kesulitan mengenggam napas. Beberapa kali meluru, tetapi pria tua itu mengerakkan tangan, menyuruhnya kembali duduk. Kini hanya helaan napas mereka saling beradu. Cerita itu mengalir seakan air bah. Kenapa harus sekarang? Kenapa mereka begitu egois. Harusnya dulu, saat Ari dengan senyum malu-malu membuka pintu rumah besar ini. Atau setidaknya sebelum Ari benar-benar melangkah pergi. Sebelum palu hakim memutusnya menjadi seorang janda dari Taufik Hairul Aman. Kini mereka merantai Ari. Mengatakan bahwa pernikahan itu masih utuh. Lebih mengejutkan lagi, membagi alasan kenapa Ari harus tetap bersama Opick sampai mati. Andai semua pengabaran itu lebih awal, dia tak akan bergeser setapak pu

