23. Bayar hutang?

1061 Kata

Nava masuk ke dalam kamarnya kembali, merasa penasaran dengan apa yang terjadi hingga Raka marah-marah. Namun, ia tak mungkin mendatangi pria itu dan bertanya secara langsung. Gadis itu memutuskan menulis saja, dari pada harus memikirkan hal yang memang bukan urusannya. Hingga satu jam kemudian, Nava merasa lapar dan berniat menyeduh minuman instan yang biasa ia gunakan untuk mengganjal rasa laparnya. "Mau beli pemanas air aja nggak jadi-jadi mulu. Males banget turun-turun segala." Nava mengomel sembari menuruni anak tangga. Nava menyalakan kompor pelan-pelan, merebus air tanpa menimbulkan suara gaduh sedikit saja. Namun, seperti sebuah takdir yang terelakkan, ia harus bertemu dengan Raka yang kebetulan memang belum tidur dan pergi ke dapur untuk membuat minuman hangat. Nava menatap Ra

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN