“Jadi yang kasih tahu kak Raka itu kamu, Li?” Dellia mengalihkan pandangannya dari lapangan basket ke arah Lia yang tengah menikmati es Boba yang baru mereka beli. Saat itu Raka dan teman-temannya memang lagi bermain basket di waktu istirahat dan tentu saa Putri dan Novita yang mengagumi pemuda tampan itu tak mau melewatkan kesempatan itu dengan mengajak Dellia beserta Lia untuk menonton bersama di pinggir lapangan. Padahal itu hanya sekadar latihan saja namun Dellia cukup merasa takjub melihat ada banyak penonton mengelilingi lapangan, seolah mereka sedang menyaksikan pertandingan yang sesungguhnya. Lia berhenti menyeruput minumannya kemudian menoleh pada Dellia yang saat ini sedang memusatkan perhatiannya pada lapangan basket. “Iya, habisnya aku takut kalau kamu kena hukum nantinya.” Ia

