Sangga membanting pintu kantor membuat kedua temannya terkejut dan menoleh secara bersamaan. Sedari kecil papa selalu berusaha untuk mengatur hidupnya, dari saat ia menangis tanpa henti karena kepergian mama. Sampai saat ia membuat keributan tanpa henti di sekolah. Hingga saat ini, dia memaksa Sangga untuk kembali ke kantor. Dan yang membuat Sangga semakin kesal tanpa sepengetahuannya, papa mengetahui kalau ia dan teman-temannya mengalami masalah dalam keuangan dan dia menjadikan itu sebagai tekanan untuk Sangga. Papa memaksanya untuk kembali ke kantor dengan imbalan ia akan memberikan dana untuk perusahaan Sangga. “Apa papa pikir aku anak kecil yang bisa papa atur?” bentaknya kesal. “Kamu memang bukan anak kecil lagi, tapi kamu masih bodoh dan tidak tahu mana y

