“Pak jangan beginilah...harus ya Pak Roland manggil saya keluar saat bekerja seperti ini. Saya kan jadi tidak enak dengan teman-teman saya. Pasti nanti mereka mengira yang tidak-tidak tentang saya. Gosip apa lagi yang akan muncul nanti. Pak Roland paham tidak?” omel Ishana ketika di dalam lift. Roland membelakangi Ishana karena dia menahan tawa. Apalagi yang bisa membuatnya tertawa selain Ishana yang frustasi karena ulah Abi. “Jangan malah ketawa Pak, hidup saya diambang pintu ini. Kalian berdua sama saja,” umpat Ishana kesal. Dia bisa melihat Roland yang menertawakannya dari kaca yang menghiasai ruang lift ini. “Kamu tenang saja...” Roland bisa mengendalikan tawanya. “Tenang bagaimana Pak?” protes Ishana, “Masalah sepertinya datang bertubi-tubi padaku..huhu,” batin Ishana. “Pak Budi

