bc

Wanita yang Kau Panggil Istri ( Sekuat dan Setabah Mencintai )

book_age18+
48
IKUTI
1K
BACA
contract marriage
one-night stand
love after marriage
drama
cheating
first love
intersex
asexual
affair
polygamy
like
intro-logo
Uraian

Ayana tidak sengaja berkenalan dengan Ikram saat mereka sama sama menghadiri pesta pernikahan sahabat mereka, dari pertemuan itu tumbuh lah perasaan suka diantara kedua nya hingga suatu peristiwa memaksa mereka untuk hidup bersama dan menikah tapi dalam kesepakatan tidak saling mengikat, Ayana yang telah jatuh cinta kepada Ikram menjalani hari hari pernikahan yang tidak bahagia karena sikap Ikram yang tidak mampu untuk setia kepada Ayana, bahkan meski mereka telah memiliki seorang anak, Ayana terus bertahan meski berulang kali terluka dan merasa kecewa karena Ikram tak pernah membalas perasaan nya. Hingga pada satu waktu Ikram membuat sebuah Kesalahan fatal yang benar benar telah melukai Ayana, serta hadirnya dokter Andi diantara mereka, apakah kelanjutan kisah yang akan di pilih Ayana.. Pantau terus ya sobat semua..

chap-preview
Pratinjau gratis
Ayana putri
Pagi itu terlihat sangat cerah, jam telah menunjukkan pukul 7.15 wib dengan lalu lalang jalan disekitar kota Medan yang lumayan ramai. Ayana menenteng tas nya untuk menunggu angkot, dia menuju ke rumah sakit Sehat Medika dimana dia telah bekerja selama 2 tahun. Ayana adalah gadis berusia 25 tahun, dia seorang bidan yang memilih merantau dari kampung nya dan menetap di kota Medan untuk bekerja di salah satu RS swasta, dia adalah anak pertama dari 3 bersaudara, kedua orangtua nya telah lama bercerai, ayah dan ibu nya masing- masing telah memiliki pasangan lain. adiknya yang kedua berusia 23 tahun dan bekerja sebagai polwan dikampung halaman mereka, sedangkan adiknya yang terakhir masih duduk dibangku kuliah mengambil program studi Pendidikan bahasa inggris. Ayana sudah sangat mandiri sejak dia masih muda, saat SMA dia lebih memilih sekolah sambil bekerja daripada mengharap biaya dari orangtua nya, saat duduk dibangku kuliah, walaupun dia tinggal diasrama, dia tidak pernah meminta uang jajan dari orangtua nya, dia lebih memilih mengerjakan tugas kuliah teman teman nya dan mendapat upah dari mereka. semua itu dilakukan Ayana dengan ringan hati dan bersemangat, tanpa beban, bahkan dia tidak pernah menyalahkan orang tua nya atas perpisahan mereka, meski tinggal terpisah dengan ayah nya, dia tetap menghormati dan menyayangi ayahnya, begitupun kepada ibu tirinya, dia selalu menunjukkan wajah sumringah tiap bertemu dengan istri ayah nya itu, bahkan pernah suatu ketika saat ayahnya sakit dan dirawat dirumah sakit, dia memeluk ibu tirinya dari samping sambil berkata " tante, ayana titip ayah ya, tante tetap ada disamping ayah ya.. ayana sayang kalian" wanita setengah baya itu pun langsung merespon dengan memeluknya kembali dengan air mata diujung matanya dia berucap " kamu tenang saja sayang, tante juga sayang kalian dan ayah, insya Allah semua akan baik baik saja" kemudian mereka saling mengusap lengan dengan akrab. Begitulah ayana, dia wanita dengan hati yang polos dan lembut.. tidak banyak hal yang dapat mempengaruhi kepribadian nya, bahkan tiap luka yang menghampirinya dia tetap tersenyum dan berusaha menjadi baik baik saja. Sesampai di Rumah sakit Sehat Medika, dia langsung menuju ruang bayi tempat dia ditugaskan. seperti biasa, hal pertama yang dia lakukan ketika baru sampai diruangan itu dia langsung mencuci tangan nya agar tangan nya bersih ketika menyentuh bayi bayi yang ada diruangan itu. Setelah bekerja hampir 2 tahun di RS itu, awalnya ayana ditempatkan di ICU selama 5 bulan, karena dia memiliki riwayat penyakit saraf terjepit, dia akhirnya ditempatkan diruangan bayi yang intensitas kerjanya lebih santai. setelah mencuci tangan nya dia menuju ke meja perawat untuk memeriksa buku status rawat, tiba tiba Diana duduk didepan nya " beb, nanti malam jadi kan temenin aku undangan ke nikahan nya Yuyun " tanya nya ayana sejenak berfikir kemudian bergumam " hmm.. gak la, males.. aku gak diundang kok" tolak ayana. "Yuyun bukan gak ngundang kamu na, kemaren dia bawa undangan untuk kamu tapi kamu udah pergi sama dr Andi, makanya undangan itu gak sempat dibagi ke kamu" " ah sama aja, kenapa gak dititipin ke kamu coba?" elak ayana " aku juga lupa saat itu na ambil tu undangan, lagian ngapain kamu waktu itu keluar sama dr Andi coba? kalian mencurigakan?" selidik Diana sambil mencoba menggoda ayana. Ayana yang jadi malu langsung terdiam tidak mau memperpanjang debat dengan Diana " oke deh, aku ikut.. tapi jangan lama kita disana ya, besok pagi aku mau ikut kelas zumba" " oke.. ashiappp, hehee" potong Diana cepat, dia takut ayana berubah pikiran lagi. Malam itu Ayana agak malas malasan untuk bersiap pergi menemani Diana, dia sudah mencoba 5 kali berganti pakaian namun tidak ada yang berkenan dihati nya, dengan malas dia mencoba baju ke 6, kali ini dia mencoba dress panjang brukat berwarna pink muda dengan ukuran sedikit membentuk lekuk badan, dia memutar badannya didepan cermin sambil bergumam " aduh kok ngepas banget ya, aku gemukan ni kayaknya,hmmmmhhh" tiba tiba suara pintu kamar terbuka, Diana sudah sampai di kostan Ayana untuk menjemputnya. mendengar gumaman ayana tadi Diana menimpali " mana ada gemukan, seksyi itu beb.. bagus kok, nanti jilbab nya diturunin agak panjang biar dadanya gak terlihat" jelas Diana sambil tersenyum " kamu cantik bgett na malam ini" puji Diana. Ayana yang sebenarnya terpaksa mau ikut menemani Diana, hanya membalas " iyakah?" dengan senyum lebar yang dibuat buat. Ditengah suasana pesta resepsi pernikahan Yuyun, Diana terlihat sangat antusias, dia mengelilingi lokasi resepsi tersebut sambil mengajak Ayana ikut dengan nya, Yuyun memang anak orang berada, ayah nya pengusaha kelapa sawit di Riau, dia menikah dengan seorang prajurit tentara yang bernama Dicky yang dikenalnya sejak dia masih kuliah bersama Ayana dan Diana dulu, jadi Ayana dan Diana sudah sangat kenal dengan pasangan tersebut. Ketika Ayana berdiri sendiri sambil memegang segelas minuman, tiba tiba dia dihampiri oleh Dicky dan seorang teman nya, " Ayana.. kok datang nya cuma sama Diana, pacarnya mana?" sapa Dicky. Ayana tersenyum lalu membalas " bang Dicky uda tau masih nanya ya, hmmmhh" " jangan terlalu nyaman sendiri na, liat Yuyun uda berani melangkah sama aku " balas Dicky " hmm.. biar lah bang, Yuyun duluan nanti aku menyusul,hehee" jawab nya asal kemudian Ayana melihat ke arah teman Dicky yang dari tadi memperhatikan nya. seperti mengerti Dicky langsung berucap " eh ini Na, kenalin teman aku Ridho " Ridho langsung mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Ayana, Ridho cukup terpesona melihat senyuman Ayana yang sangat manis, seketika Ayana juga langsung menyambutnya. " Ayana" " Ridho" sambut Ridho "Salam kenal Ayana, senang kenal dengan kamu" Ayana hanya tersenyum kemudian membalas " iya bang Ridho, Ayana juga" setelah itu Dicky meninggalkan mereka berdua, kemudian mereka asyik mengobrol sambil tertawa sesekali. Disudut tempat lain terlihat Diana sedang duduk sendirian sambil senyum senyum memperhatikan Ayana dari kejauhan, dalam hatinya " hihiii.. Ayana kena juga, gak bisa ngelak lagi kan, salah siapa selama ini tiap mau dikenalin cowok gak pernah mau" gumam nya sendiri sambil cengengesan tiba tiba seorang laki laki menghampiri nya " kok senang sekali kayak nya dik?" ucapnya, membuat Diana terkejut " eh abang.. iya nih, aku sukses ngerjain teman ku" jawab nya " emang dia kenapa?" selidik lelaki itu " dia tuh selama ini gak pernah mau dikenalin ke cowok, santai banget gak mikirin punya pasangan gitu, kan dia gak mungkin selama nya begitu, makanya Dian punya inisiatif kenalin dia sama cowok, kebetulan teman bang Dicky ada juga tu lagi nyari pasangan, orang nya baik kata Yuyun, ya apalagi gaskeeun dong,hihiii" jelas Diana sambil ketawa. Lelaki yang dijelaskan Diana tadi cuma diam, matanya terus melihat fokus pada Ayana dikejauhan. tiba tiba dia berucap pada Diana "Kenalin ke abang aja la, dia pasti mau.. sama Ridho belum tentu dia mau nanti" sedikit terkejut Diana langsung menjawab " ih males kenalin ke abang, kasian Ayana nanti.. dia itu sahabat Dian bang, walau abang itu sepupu ku, Dian tau abang itu bukan pilihan terbaik untuk dijadikan cowok, ih gak banget.." Lelaki itu hanya tertawa mendengar cerocosan adik sepupunya itu. Diana kemudian berdiri pergi meninggalkan lelaki itu dan menghampiri Ayana yang sudah sendiri, dia sudah selesai bicara dengan Ridho, tanpa disadari Diana sepupunya mengikutinya dari belakang. " Dian.. kok teman nya gak dikenalin ke abang " ucap lelaki itu, Diana terkejut dan melihat muka lelaki itu agak cemberut lalu berucap " kenalin Na, ini abang sepupu aku.. namanya bang Ikram " Kemudian Ikram mengulurkan tangan ke arah Ayana " Ikram" Ayana sedikit terpana dengan lelaki yang berdiri dihadapan nya ini, dengan terbata bata dia menjawab " Aa.. Ay.. Ayanaa" wajahnya memerah menyambut tangan lelaki itu untuk bersalaman. dia kemudian hanya tersenyum " senang mengenal dik Ayana, Dian gak pernah cerita punya teman secantik adik" goda Ikram Ayana hanya tersenyum malu, dia tidak tau mau menjawab apa, bahkan dia tidak berani menatap mata lelaki itu. dia hanya mengangguk dan terus tersenyum.. Diana jadi gerah melihat ekpresi dua anak manusia itu " udah udah ya bang, kita mau pulang aja deh, gak baik lama lama diresepsi orang nanti lapar lagi, malu kan kalo mau makan 2 kali" cerocos Diana sekenanya, dia menarik tangan Ayana menuju ke arah pengantin untuk bersalaman kemudian mereka pulang. Sebulan kemudian, Ayana baru saja sampai rumah dan langsung menghempaskan badan nya ke atas kasur, pagi ini dia lelah sekali, dia baru saja turun dinas malam dengan banyak nya bayi diruang bayi yang agak rewel di malam itu, dia sama sekali tidak ada memejamkan mata sedikitpun. saat mata nya mulai terpejam tiba tiba ponsel nya berbunyi, karena rasa kantuk yang luar biasa dia mengabaikan saja panggilan itu. Sementara di seberang sana, seorang lelaki tampan dengan seragam loreng sedang asik menggeser layar android nya, dihatinya bergumam " kenapa ya dia gak angkat telpon nya, apa lagi kerja ya?" Iya.. dia adalah Ikram, lelaki tampan keturunan Pakistan, badan nya tinggi dengan tubuh atletis semakin menyempurnakan daya tarik nya, hampir semua wanita yang ingin dia dekati berhasil tergila gila dengan nya, namun anehnya tidak satu pun dari wanita itu bisa meluluhkan hatinya, mampu membuatnya jatuh cinta, dia hanya senang melihat wanita cantik kemudian berkencan dengan mereka, setelah mereka takluk padanya, dia akan meninggalkan nya. Dia tidak ingin tinggal hanya dengan 1 wanita saja. prinsipnya, dia ingin memberikan kasih sayang nya kepada banyak orang. Setelah bangun tidur, Ayana melirik jam dinding sudah menunjukkan angka 13.20 wib, dia menarik handuk yang digantung dibalik pintu kemudian menuju ke kamar mandi, ketika dia mulai mandi tiba tiba ponsel nya kembali berbunyi, dia buru buru menyudahi mandi nya kemudian berlari menggapai ponsel nya, " halo " " Assalamualaikum dik" terdengar suara dari seberang telpon " waalaikum salam.. maaf ini siapa ya?" " abang Ikram, adik masih ingat?" " Ikram..." Ayana kemudian terdiam, jantungnya berdebar debar " Iya, abang Ikram sepupu Diana.. kita jumpa diresepsi Dicky bulan lalu, adik lupa?" " Ii.. iyaa bang Ikram, Ayana ingat kok " " Iya dik, syukurlah.. adik lagi ngapain?" " Ayana lagi mandi, kirain tadi telpon dari siapa.. makanya buru buru diangkat" " haduh, maaf dik.. abang ganggu adik berarti ya?" " engga kok bang, aku emang uda mau selesai kok, ada apa ya abang tiba tiba nelpon aku?" selidiknya "Gapapa dik, abang hanya ingin berkomunikasi dengan adik.. adik ada waktu, boleh abang ajak makan malam?" pinta Ikram percaya diri "Eh..eh.. makan malam ya bang, kapan?? bo.. boleh bang" jawab Ayana agak tersipu "Kapan adik punya waktu, kalau malam ini gimana? " tanya Ikram "Hhmm.. bo .. boleh bg, Aa.. Ayana bisa" "Oke dik, malam ini abang jemput Ayana kerumah ya, nanti Ayana kabarin abang kalo uda siap dijemput, bisa kan dik?" jelas Ikram Kemudian di iya kan oleh Ayana. Malam itu Ayana sangat gugup, dia bingung mau memakai pakaian apa, sebenarnya ini bukan kali pertama dia jalan dengan lelaki, tetapi ini kali pertama dia jalan dengan lelaki yang membuat hatinya berdebar debar. Malam itu dia keluar dengan memakai celana jeans dongker, baju tunik dan jilbab berwarna tosca. wajah Ayana terlihat memancarkan aura kebahagiaan, dia tidak dapat menyembunyikan perasaan nya yang kegirangan karena akan pergi makan malam bersama Ikram. Ikram membawa Ayana makan malam disebuah Cafe dipinggir laut, sepanjang jalan Ayana hanya banyak diam.. dia hanya menjawab seperlunya tiap ditanya Ikram, sesekali dia tersenyum dan tertawa saat Ikram mengajaknya bergurau.. Saat duduk berhadapan dengan Ayana, sesekali Ikram memandangi ke wajahnya, dia terkagum melihat wajah Ayana yang cantik dilengkapi dengan senyumnya yang sangat manis. dipikiran nya ada rasa ingin menaklukkan wanita ini, ingin membuat wanita ini tergila gila dengan nya. Makanan dan minuman tiba dimeja mereka, Ayana yang gugup berada didepan Ikram tidak mampu menghabiskan makanan nya, dia hanya terus terusan meneguk minuman nya, Setelah mereka selesai makan malam dan mengobrol, Ikram mengajak Ayana untuk pulang. Sepanjang jalan Ayana merasa kurang enak badan, seperti ada perasaan panas dari dalam tubuhnya, kepala nya juga sedikit berat, saat itu dia dibonceng oleh Ikram menaiki motor nya, Ikram menarik tangan Ayana untuk memeluknya dari belakang, Ayana yang merasa kepala nya sangat berat tidak kuasa menolak, dia hanya mengikut saat Ikram mengarahkan tangan nya untuk melingkar dipinggang Ikram. Setelah motor Ikram melaju melintasi jalanan yang mulai sepi, Ayana pun sudah benar benar hilang kesadaran.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

TERNODA

read
198.9K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.9K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.6K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.9K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
62.4K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook