Ruang home theatre yang bernuansa biru tampak begitu sepi dan lengang dengan lampunya yang redup, karena hanya ada laki-laki itu yang sedang bernostalgia dengan video amatir rekamannya. Amanda masih berdiri di depan pintu ruangan sambil menatap ke Juna dari belakang, laki-laki itu tidak menyadari kalau ada orang lain yang ikut menonton video tersebut bersamanya. Berulang kali perempuan itu menghela napas panjang saat melihat kemesraan Juna dan Nadine yang tergambar dengan jelas di depannya. Amanda tahu kalau Juna sangat mencintai Nadine, sama seperti dirinya yang sangat mencintai Juna. Hingga akhirnya video itu pun selesai, hanya layar hitam polos yang terpampang di depan. Namun, laki-laki itu bergeming, tidak bergerak sama sekali. Amanda jadi penasaran, sebenarnya apa yang sedang dilaku

