Jam istirahat siang berbunyi nyaring. Penghuni kelas 3 IPA 1 masih tidak beranjak dari tempat duduk. Kebanyakan dari mereka membawa bekal dari rumah. Bahkan ada beberapa murid yang bertukar lauk yang dibawa. Hal ini membuatku merasa tidak nyaman. Karena aku satu-satunya murid yang tidak membawa bekal. Terlihat menyedihkan bukan? Setidaknya aku menolak memakan masakan Bunda. Mengetahui semua rahasia yang tersimpan begitu lama membuatku enggan untuk menemuinya. Nathan tiba-tiba duduk di sebelahku lalu membuka dua kotak makan berwarna biru dongker. Ia mengeluarkan dua botol air mineral dingin. Aku hendak bangkit berdiri lalu ia menarik tanganku untuk kembali duduk. Aku memandangnya meminta penjelasan. Kami memang berpacaran tapi rasanya aneh menunjukkan kedekatan kami di hadapan teman-teman.

