Aku berjalan di antara keramaian. Meskipun begitu perasaanku teramat sepi. Semuanya dikarenakan rencana yang belum berjalan mulus. Aku berharap Ayah dan Mama akan kembali rujuk. Sayangnya semua itu tidak mungkin. Sampai sekarang pun semua terasa mustahil. Aku berjalan menuju minimarket di dekat rumah. Membeli s**u rasa melon dan roti cokelat. Setelah itu aku duduk di meja luar sambil memandangi langit malam. Akhir-akhir ini aku sering memikirkan waktu yang telah terlewati. Semua kesalahan dari Ayah yang sampai sekarang tidak mampu menyelesaikan keadaan. Entah harus memilih Mama atau Bunda. Aku membenci keputusan itu karena mereka bukanlah benda yang bisa dipilih. Keheningan malam menyadarkanku kalau aku sendirian. Tanpa adanya seseorang di sisiku. Untuk menghibur atau menenangkan hati. N

