Bab 40

1130 Kata

Hari yang kunantikan pun akhirnya tiba. Ketika Nathan berkunjung untuk makan malam bersama keluarga kami. Ia berpakaian sangat rapi. Memakai kaos lengan panjang berwarna merah dipadukan jins hitam panjang. Tidak lupa memakai parfum kesukaanku. Wanginya begitu maskulin. Setelah memberikan salam, Ayah mengajak kami untuk segera makan malam. Karena hari sudah menjelang malam. Kami duduk bersama di meja makan. Nathan tidak terlihat gugup sama sekali. Sedangkan aku terus-menerus memantau bagaimana percakapan mereka berlangsung. Takutnya Nathan salah berbicara sehingga menyinggung perasaan orangtuaku. “Bagaimana kalian bertemu?” tanya Ayah masih memandangiku dan Nathan bergantian. Aku tahu kalau pertanyaan ini pada akhirnya pasti ditanyakan. Padahal aku sudah pernah menjelaskannya kepada Ayah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN