"Eyang.'' Marini yng sedang berbincang dengan Lisna, menoleh saat mendengar seseorang memanggil. Ia tersenyum ketika melihat pria tampan dan muda kini sudah berdiri di sampingnya. Lisna begitu terkejut saat melihat pria yang ia kenali tersebut. Apa dia cucu Eyang Marini? Sesempit ini kan dunia yang katanya luas? "Aku belum terlambat kan, Eyang?" tanya pria itu saat melihat makanan sudah tersaji di atas meja. "Terlambat. Jadi eyang terpaksa pesenin kamu makanan. suka atau tidak suka kamu harus makan,'' sahut Marini. Pria itu terkekeh kemudian mengalihkan pandangan pada wanita muda dan anak laki-laki yang ada di meja yang sama dengan sang nenek. "Kenalkan ini kenalan eyang yang kemarin ayam ceritakan. Namanya Lilis dan itu Wira anaknya," ujar Marini pada sang cucu. "Nak, Lisna. Ini cuc

