92- Kekhawatiran Farah

1008 Kata

"Sayang makan dulu. Mau aku suapin?" ujar Zayn. Lisna masih mengerucutkan bibir karena tidak berhasil membuat suami membawanya pulang meski sudah merajuk. "Katanya mau cepat pulang. Tapi gak mau makan. Yang ada malah lebih lama tinggal di sini. Mau?" ujar Zayn lagi. Lisna menggeleng. "Makanya, kalau mau cepat pulang, ya harus makan. Masa kayak anak kecil yang kalau sakit gak mau makan." "Aku bukan gak mau makan, Mas. Aku ini ngambek karena Mas gak mau ajak aku pulang,'' jujur Lisna "Ngambeknya bisa nanti aja gak?" "Gak bisa!" "Ya udah ngambek aja klo gitu. Mas tetap gak akan ajak kamu pulang sampai Dokter bilang kamu boleh pulang," putus Zayn sambil meletakkan piring makan di atas nakas. "Mas angkat dulu telepon dari Awan," ujarnya saat ponsel berdering. Beranjak menuju sofa yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN