Rasa Sepihak

1134 Kata

Suara ketukan sepatu beradu lantai marmer membuat ekspresi Kania berubah cerah. Saat Haidar mengikuti arah pandang Kania, ia mendengkus melihat pria yang mengenakan kemeja hitam, calon suami Kania sedang tersenyum takjub. Haidar cukup sadar diri kalau posisinya kalah jauh dari Putra, dia hanya sebagai patung melihat Putra datang disambut senyuman lebar Kania usai berganti gaun terakhir. Perempuan itu sepertinya lupa kalau calonnya sudah telat kelewat batas atau bodoh berusaha menutup mata dari segala kesalahan Putra. Haidar mengusap wajah berkali-kali, merasa diabaikan sedangkan Alia menatapnya dengan iba. "Cocok nggak pakai ini?" tanya Kania dengan mata berbinar-binar memperlihatkan gaun warna gold yang katanya untuk resepsi. "Cantik banget." Putra meraih tangan Kania, mengecupnya pel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN