Meyakini ucapan sang mama kalau menyenangkan istri akan mendapatkan pahala dan memperlancar rezeki. Haidar berencana mengajak Kania jalan-jalan, makan di kafe, keliling mal beli baju baru, hitung-hitung syukuran gaji pertama yang tidak seberapa. "Kita mau ke mana, sih? Gue lapar masa pagi-pagi keluar belum sarapan apa-apa, lagian mall juga belum buka jam segini." Kania berkomentar seraya mengamati laki-laki yang tadi menyeret ke mobil. Untung dia tahu kalau suaminya dan tidak berteriak penculik. Haidar menoleh sebentar, melihat wajah cemberut istrinya sebelum kembali fokus ke jalanan. "Ya nggak langsung ke mall, kita muter-muter aja." Kania lebih suka rebahan di kasur, makan masakan Aliza dan mertua yang super enak daripada buang-buang bensin. "Kurang kerjaan banget lo, ya." "Sekalian

