"Dek, kamu mau nunggu Putra bangun?" Nizam meyakinkan sekali lagi. Kania mengangguk, saat ini mereka sudah berada di ruang rawat, melihat pasien yang bisa tertidur nyenyak setelah membuat masalah besar. Dia ingin mencekik leher pria yang pernah dicintainya agar bertemu malaikat maut. Sebenarnya dia ingin pulang, usai mengetahui fakta kalau lelaki yang nyaris menikahinya berstatus suami orang. Tapi rasa penasaran menahan langkahnya, Kania merasa harus mendengar penjelasan dari mulut Putra sampai tuntas atau hidupnya tidak pernah tenang. "Tunggu Mas Putra bangun nggak apa-apa?" Bulan menatap tak enak. Dia duduk persis di sebelah suaminya, kalau Kania masih konsisten berdiri menatap pasien yang terlelap di ranjang rumah sakit. Kania melihat Bulan menyentuh tangan suaminya, ia menahan na

