Stres Berat

2042 Kata

"Aku juga nggak bayangin sih kalau suami kita malah cium-cium perempuan lain. Kalau Mas Nizam begitu sudah aku pijat-pijat sok baik terus kasih kopi yang ada sianida." Perkataan Ochi hanya bisa menambah keruh suasana hati Kania, berbanding terbalik dengan suaminya yang sabar. Keduanya memang memiliki karakter bagai langit dan bumi. Cika sudah tidur nyenyak di kamar saat Ochi mengendap-endap ke kamar iparnya, dia mengomentari cokelat pemberian Haidar. Kalau abangnya bisa bijak menjadi penengah, sebaliknya Ochi adalah kompor meleduk. "Buat apa, ya, dia masih sok baik, apa cuma cokelat bisa bayar sakit hati, kan nggak?" Ochi belum kelar mengomel melirik tiga cokelat yang belum disentuh. Haidar baru saja pamit setelah menunggu dari sore hingga malam dan Kania masih enggan keluar. "Siap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN