Haidar : Sayang, udah makan siang belum? Gue ke rumah Mama ya. Kania mendengkus, merasa kesal membuka w******p dari suami menyebalkan. Sejak pagi lelaki itu rutin menanyakan kegiatannya seolah tidak ada masalah serius dalam hubungan mereka. Ogah banget gue ngomong sama lo lagi, dasar! Jelas Kania masih dongkol sampai ke ubun-ubun, bahkan berencana melempar suaminya ke kandang macam kalau perlu. Sesaat ia mengalihkan pandangan ke Cika yang masih betah melahap es krim, sedangkan Kania sendiri mengaduk-aduk isi mangkuknya dengan malas. "Rasa cokelat itu kesukaan kamu kan, Dek." Nizam melirik mangkuk adiknya. Mereka berjalan-jalan sebentar ke mal menemani Cika mencari boneka, sekalian menghibur Kania yang masih sedih. "Apa orang yang lagi sakit hati masih mikirin kesukaannya, Bang." K

